Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan pada Libur Panjang Akhir Pekan Ini

Oleh Achmad Sudarno pada 09 Mar 2021, 19:23 WIB
Diperbarui 09 Mar 2021, 19:23 WIB
ganjil
Perbesar
Kawasan ganjil genap di Kota Bogor, Jawa Barat. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat memutuskan tidak akan memberlakukan kebijakan ganjil genap untuk kendaraan bermotor yang akan masuk Kota Bogor pada libur panjang akhir pekan ini.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Kota Bogor memutuskan bahwa tidak akan diberlakukan ganjil genap pelat nomor kendaraan saat cuti bersama.

"Jadi tadi kita memutuskan bahwa libur panjang ini ganjil genap tetap tidak berlaku karena kita masih membutuhkan data untuk analisis terkait dengan angka Covid-19, jadi tidak berlaku," kata Bima, Selasa (9/3/2021).

Bima mengakui, pada akhir pekan kemarin mobilitas warga meningkat. Hal ini terlihat adanya kepadatan lalu lintas di sejumlah jalan protokol di Kota Bogor. Namun begitu, kondisi ini justeru membuat perekonomian di Kota Bogor cenderung membaik.

"Kemarin kita mengamati fenomena di lapangan, saat relaksasi ada sedikit pergerakan sehingga membuat ekonomi membaik. Kunjungan pasar membaik karena tidak ada ganjil genap, rumah makan restoran membaik, hotel juga relatif tidak terlalu berbeda," terangnya.

Meski tidak memberlakukan ganjil genap, lanjut Bima, bukan lantas melakukan relaksasi total. Pemkot Bogor melalui Satgas Covid-19 Kota Bogor akan memperkuat pengawasan dan penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan.

"Tetapi bukan berarti relaksasi total ya. Kita justru akan memperkuat di lapangan untuk manajemen trafik dan manajemen kerumunan," kata dia.

Selain itu, petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan tetap menerapkan pola berupa crowd free road (CFR). Bila situasi lalu lintas di titik tertentu terjadi kemacetan, maka petugas akan menutup ruas jalan tersebut dan akan kembali dibuka jika kemacetan terurai.

"Petugas ini akan terus berkeliling membubarkan kerumunan, mengatur trafik buka tutup dan sebagainya," kata politisi PAN ini.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Segera ke Zona Kuning

Tak hanya itu, aturan membawa hasil rapid test antigen bagi setiap wisatawan yang akan berkunjung ke tempat wisata di Kota Bogor masih tetap diberlakukan.

"Khusus libur panjang tetap berlaku harus antigen, masuk Kota Bogor tidak diberlakukan, tapi kaluar ke tempat wisata masih diberlakukan. Satpol PP tetap ditempatkan di lokasi wisata," terangnya.

Ia menambahkan, upaya ini dilakukan supaya kasus penyebaran dan penularan Covid-19 dapat ditekan, namun ekonomi masyarakat Kota Bogor tidak terganggu.

"Sekarang bukan saja sudah zona oranye, tetapi tingkat kita terendah se-Jabar. Jadi cepat sekali kita bergeraknya dan target kita bekerja keras agar Kota Bogor berubah menjadi zona kuning," pungkasnya.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓