Peserta KLB Deli Serdang Ngaku Dijanjikan Rp 100 Juta, Tapi Cuma Dapat Rp 5 Juta

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 08 Mar 2021, 20:39 WIB
Diperbarui 08 Mar 2021, 20:40 WIB
Salah satu peserta anggota Kongres Luar Biasa (KLB) Pertai Demokrat di Deli Serdang, Gerald Piter
Perbesar
Salah satu peserta anggota Kongres Luar Biasa (KLB) Pertai Demokrat di Deli Serdang, Gerald Piter. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu peserta anggota Kongres Luar Biasa (KLB) Pertai Demokrat di Deli Serdang, Gerald Piter, mengaku diiming-imingi duit sebesar Rp 100 juta jika mau hadir dalam kegiatan tersebut.

Dia mengaku telah melaporkan hal itu ke Ketua DPC Demokrat Kotamobagu Ishak Sugeha. Namun, ajakan tersebut ditolak oleh Ishak.

"Saya ditawari uang Rp 100 juta, kalau tiba di sana dikasih Rp 25 juta, sisanya pas sudah selesai acara Rp 75 juta," kata Gerald lewat rekaman video yang ditayangkan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/3/2021).

Gerald mengungkap, sosok yang mengajak dan mengiming-iminginya duit adalah seseorang bernama Vecky Gandey. Menurut dia, Vecky adalah mantan kader Partai Demokrat yang sudah nonaktif.

"Pada 18 Februari Pak Vecky mengajak saya mengikuti KLB, melalui pesan whatsapp mengikuti kongres untuk memilih ketua umum yang baru yang langsung dikatakan adalah Pak Moeldoko, dia katakan kita gerbong sekarang gebong Pak Moeldoko," kata Gerald.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hanya Dapat Rp 5 Juta

Meski dilanda kebimbangan, Gerald akhirnya bertolak ke Deli Serdang. Tujuannya semata demi mendapatkan uang yang dijanjikan. Namun pada kenyataannya Gerald hanya mendapat ongkos sebesar Rp 5 juta.

"Nyatanya saya hanya mendapat Rp 5 juta, saya bingung ini apa-apaan? Saat ini saya sadar kalau KLB ini memang ada yang tidak beres mulai dari prosesnya dan segalanya," Gerald menandasi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Respons Kubu Demokrat KLB Sumut

Soal iming-iming ini sempat disinggung oleh Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta Santoso.

Menurut Santoso, kader yang hadir dalam KLB tersebut sudah diiming-imingi uang maupun jabatan. Dia menyebutkan, KLB tersebut adalah abal-abal.

"Ya sudah pasti. Tidak mungkin mereka datang tanpa diimingi-imingi dengan sesuatu baik mungkin uang baik juga jabatan jika kongres luar biasa abal-abal yang mereka lakukan disahkan oleh pemerintah sebagai partai resmi menggantikan ketum AHY," kata Santoso, di Jakarta, Minggu (7/3/2021).

Politikus Demokrat kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Max Sopacua merespons tudingan Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta Santoso tersebut.

Dia tak ambil pusing dengan klaim Santoso soal intimidasi dan juga iming-iming uang serta jabatan.

"KLB sudah selesai baru ngomong ... enggak mutu," kata Max kepada Liputan6.com, Jakarta, Minggu (7/3/2021).

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya