4 Pernyataan Moeldoko Usai Terpilih Jadi Ketua Umum Demokrat Versi KLB Sumut

Oleh Devira Prastiwi pada 07 Mar 2021, 13:56 WIB
Diperbarui 07 Mar 2021, 13:56 WIB
Moeldoko
Perbesar
Kepala Staf Presiden Dr. Moeldoko saat pengambilan gambar video lagu Ra Mudik Ra Popo (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Moeldoko mengalahkan mantan Sekretaris Jenderal Demokrat Marzuki Alie dalam hitung cepat atau voting pada Jumat, 5 Maret 2021.

"Memutuskan, menetapkan pertama, dari calon kedua tersebut atas voting berdiri, maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2021-2025," ujar pimpinan sidang KLB Demokrat Jhoni Allen, Jumat, 5 Maret 2021.

Usai terpilih, Moeldoko pun memberikan tanggapan. Meski tidak hadir dalam KLB Demokrat, Moeldoko menerima keputusan tersebut.

"Saya ingin memastikan keseriusan teman-teman semuanya atas amanah ini. Dengan demikian saya menghargai dan menghormati permintaan sodara untuk kita terima menjadi ketua umum," ucap Moeldoko.

Berikut sejumlah tanggapan Moeldoko usai terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumut dihimpun Liputan6.com:

 

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Terima Hasil KLB

Moeldoko
Perbesar
Kepala Staf Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara telah memutuskan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat.

Yang bersangkutan tidak hadir di lokasi KLB. Lalu pihak penyelenggara menelepon Moeldoko.

Dalam kesempatan itu, dia pun sempat bertanya soal keseriusan kader Demokrat yang memilihnya sebagai ketum menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

"Saya ingin memastikan keseriusan teman-teman semuanya atas amanah ini," kata Moeldoko seperti yang disiarkan langsung KompasTV, Jumat, 5 Maret 2021.

Dia pun menanyakan apakah pemilihannya seusai AD/ART dan keseriusannya memilih sebagai Ketua Umum Demokrat. Usai mendengar penjelasan para kader, Moeldoko pun menerima jabatan barunya tersebut.

"Dengan demikian saya menghargai dan menghormati permintaan saudara untuk kita terima menjadi ketua umum," kata Moeldoko.

 

Sebut Terpilihnya Sesuai AD/ART

Diskusi Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara
Perbesar
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memberi paparan dalam Dialog Nasional II Pembangunan Ibu Kota Negara, di Jakarta, Rabu (26/6/2019). Moeldoko memaparkan terkait kondisi keamanan dan pertahanan Indonesia menghadapi rencana ibu kota dipindahkan ke Kalimantan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Moeldoko mengklaim KLB yang digelar di The Hill Hotel and Resort, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) adalah konstitusional. Hal tersebut kata dia tertuang pada AD/ART yang ada pada Partai Demokrat.

"KLB ini adalah konstitusional seperti yang tertuang dalam AD/ART," kata Moeldoko saat berpidato pertama kali di hadapan para kader di The Hill Hotel and Resort, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat malam, 5 Maret 2021.

Dengan alasan tersebut Moeldoko mau datang dan menerima penunjukan sebagai ketua umum Partai Demokrat. Sebelumnya dalam sambungan telepon dia juga sempat memastikan hal AD/ART dalam partai tersebut.

"Untuk itulah sebelum saya datang ke sini, saya ingin memastikan tiga pertanyaan kepada saudara-saudara sekalian semua, setelah hal kepastian saya dengan sukarela untuk datang ke sini walaupun macetnya luar biasa," ucap dia.

 

Bicara soal Kepemimpinan

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Liputan6.com/Hanz Jimenez Salim)
Perbesar
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Liputan6.com/Hanz Jimenez Salim)

Moeldoko kemudian membicarakan soal kepemimpinan dan kekuatan Partai Demokrat yang seluruhnya berada di tangan para kader.

"Teman-teman sekalian, kekuatan Partai Demokrat berada di tangan saudara-saudara sekalian. Baik selaku pemimpin partai pada tingkat provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, sampai dengan kelurahan tetapi dengan syarat, harus bersama-sama dengan kader," terang dia.

Menurutnya, kekuatan seorang pemimpin partai politik sepenuhnya berada di tangan para kader partainya. Sebagaimana keberhasilannya mendongkel Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kalau saya berbicara tentang leadership. Kekuatan seorang panglima ada di pundak para komandan-komandan lapangan seperti kalian semuanya. Panglima tidak ada artinya kalau tidak memiliki prajurit-prajurit yang tangguh," tutur Moeldoko.

Dia pun mengingatkan sebagai seorang pemimpin partai politik haruslah dapat memberikan kekuatan, bukan malah mengecilkan kader-kader partainya.

"Jangan lupa, seorang pemimpin, tugasnya adalah memberikan perkuatan kepada komandan-komandan lapangannya. Itu pemimpin. Bukan malah mengecilkan bahwannya, bukan. Itulah pemimpin yang memberikan kekuatan dan energi yang luar biasa kepada bawahannya," papar dia.

 

Sebut Tak Paksa Kader Memilihnya

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko
Perbesar
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko saat di wawancarai KLY di Jakarta, Rabu (16/1). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Moeldoko mengklaim tidak memiliki kekuatan untuk memaksa para kader Partai Demokrat untuk memilih dirinya jadi Ketua Umum versi KLB.

"Saya sama sekali tidak punya kekuatan untuk memaksa saudara-saudara untuk memilih saya, tapi semua lahir dari sebuah keyakinan," kata dia.

Dia pun bersyukur telah dipilih. Dia pun berharap Partai Demokrat bisa menggemparkan Indonesia. Yaitu dengan memiliki Marzuki Alie yang berlatar belakang politik, serta para DPP, DPC dan organisasi sayap.

"Pak Marzuki Alie punya pengalaman di partai politik yang luar biasa, saya punya pengalaman di militer dan pemerintahan, para pendiri parpol Demokrat para senior memiliki filosofi dan kebijakan yang sangat tinggi, para DPP, DPC, dan organisasi sayap memiliki semangat yang menggelegar, luar biasa, jadi kalau semua kekuatan ini disatukan maka akan menggemparkan Indonesia," ungkapnya.

"Demokrat...," seru Moeldoko kepada para kader.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓