Pergerakan Tanah Meluas, BPBD Cianjur Dirikan Tenda Pengungsian

Oleh Rinaldo pada 07 Mar 2021, 05:38 WIB
Diperbarui 07 Mar 2021, 05:38 WIB
Ilustrasi - Gerakan tanah terjadi di Jatiluhur, Majenang, Cilacap dan menyebabkan lebih dari 20 rumah rusak total. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Pergerakan tanah di Jatiluhur, Majenang, Cilacap menyebabkan lebih dari 20 rumah rusak total. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendirikan tenda pengungsian bagi puluhan kepala keluarga di Kampung Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, karena pergerakan tanah terus meluas dan semakin dalam, sehingga merusak sebagian besar rumah warga.

Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi di Cianjur, Sabtu (6/3/2021), mengatakan tenda pengungsian didirikan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan menimpa warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing meski sudah mengalami retak dan bagian atap yang bocor.

Saat ini, kata dia, tercatat 21 kepala keluarga yang terdiri atas 57 jiwa dievakuasi ke tempat pengungsian.

"Kami imbau warga untuk menempati tenda pengungsian terutama saat malam dan hujan turun dengan deras. Hingga saat ini, pergerakan tanah terus meluas dengan kedalaman beragam mulai dari 5 hingga 10 meter, sehingga membuat rumah warga mulai dari lantai hingga tembok terbelah dan retak. Sekitar 57 jiwa menempati tenda pengungsian dan tempat pengungsian lainnya, " kata Irfan, Sabtu (6/3/2021).

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu kordinasi dari dinas terkait untuk merelokasi 800 kepala keluarga yang tinggal di lima kampung karena tim gabungan dari dinas terkait masih mencari lokasi yang layak dan menunggu izin dari pemerintah untuk mengunakan lokasi yang tidak jauh dari perkampungan yang terdampak.

"Untuk relokasi masih menunggu tempat dan izin dari pemilik tanah yang merupakan lahan hak huna usaha (HGU). Keinginanan bupati warga di lima kampung di Desa Batulawang ini, segera direlokasi, namun kami prioritaskan untuk 21 kepala keluarga di Kampung Sindanglangu terlebih dahulu karena terdampak sangat parah, nanti menyusul ratusan kepala keluarga lainnya," katanya seperti dikutip Antara.

Irfan Sopyan menambahkan, kondisi pergerakan tanah di kampung tersebut, semakin meluas, bahkan pergerakan tanah membuat bangunan rumah warga rusak berat dan rawan untuk ditempati. Sehingga saat malam tiba dan ketika hujan turun lebat relawan mengimbau warga untuk mengungsi ke tenda yang sudah disiapkan.

 

2 dari 3 halaman

Berharap Segera Direlokasi

Sementara sebagian besar warga di lima kampung di Desa Batulawang, berharap segera direlokasi karena kerusakan rumah akibat pengerakan tanah bertambah parah, sehingga rawan untuk tetap ditempati terlebih ketika hujan turun deras menyebabkan pergerakan tanah terus meluas dan semakin dalam.

"Kami berharap segera direlokasi, untuk warga yang tinggal di bagian bawah masih terisolir karena tidak ada akses jalan yang dapat dilalui kendaraan. Sehingga kami memilih untuk menumpang di rumah saudara di atas perkampungan yang aman dari pergerakan tanah," kata Meti (45) warga korban pergerakan tanah.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓