SBY: Moeldoko Tega, dengan Darah Dingin Melakukan Kudeta Demokrat

Oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDelvira Hutabarat pada 05 Mar 2021, 22:07 WIB
Diperbarui 05 Mar 2021, 22:07 WIB
Pidato Politik SBY Sebagai Ketum Demokrat
Perbesar
Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiba menghadiri Kongres ke V Partai Demokrat di JCC, Jakarta, Minggu (15/3/2020). SBY akan digantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang telah mendapatkan dukungan 93 persen dari pemegang hak suara Demokrat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyebut apa yang dilakukan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang setuju menjadi Ketua Umum Demokrat hasil buah keputusan Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumut, sungguh tega.

"Memang banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega. Dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini," kata SBY dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Dia menuturkan, bahwa apa yang dilakukan Moeldoko dalam KLB di Sumut tidak terpuji.

"Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral," ungkap SBY.

Bahkan, dia mengungkapkan apa yang dilakukan Moeldoko hanya akan menimbulkan rasa malu.

"Di perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran Tentara Nasional Indonesia," kata SBY.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Moeldoko Terima Hasil KLB Demokrat

Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, telah memutuskan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat.

Yang bersangkutan tidak hadir di lokasi KLB. Lalu pihak penyelenggara menelepon Moeldoko.

Dalam kesempatan itu, dia pun sempat bertanya soal keseriusan kader Demokrat yang memilihnya sebagai ketum menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

"Saya ingin memastikan keseriusan teman-teman semuanya atas amanah ini," kata Moeldoko seperti yang disiarkan langsung KompasTV, Jumat (5/3/2021).

Dia pun menanyakan apakah pemilihannya seusai AD/ART dan keseriusannya memilih sebagai Ketua Umum Demokrat. Usai mendengar penjelasan para kader, Moeldoko pun menerima jabatan barunya tersebut.

"Dengan demikian saya menghargai dan menghormati permintaan sodara untuk kita terima menjadi ketua umum," kata Moeldoko.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓