Tren Kasus Covid-19 Turun, Menag Yaqut Nilai Berkat Efektivitas PPKM

Oleh Yopi Makdori pada 04 Mar 2021, 07:35 WIB
Diperbarui 04 Mar 2021, 08:34 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.
Perbesar
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: dokumentasi Kemenag)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi peran aktif berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pengendalian Covid-19 di Tanah Air. Merujuk data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, tren kasus harian pada saat ini sudah mengalami penurunan dibandingkan pada Januari 2021 lalu.

Kasus aktif harian di Indonesia pada Selasa (2/3/2021) tercatat sebanyak 153.074 orang atau sekitar 11,11 persen, sedang di dunia 18,85 persen. Angka kesembuhan di Indonesia juga mencapai 1.160.863 orang atau sekitar 86,18 persen, di atas rata-rata dunia yang masih di angka 78,93 persen.

Yaqut menilai, peran serta masyarakat, seperti para tokoh agama, penyuluh agama, organisasi kemasyarakatan dan tenaga kependidikan sangat besar dalam memengaruhi faktor penurunan ini.

"Alhamdulillah, tren kasus harian Covid-19 terus menurun. Ini tidak terlepas dari kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dan kepatuhan dalam PPKM serta gerakan 5M," ujar Menag Yaqut di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Untuk itu, ia sangat berharap mereka tidak lelah untuk mengajak masyarakat agar mewaspadai virus corona dengan menerapkan protokol kesehatan dan menjalankan Gerakan Disiplin 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi serta menjauhi kerumunan.

Selain itu, menteri kelahiran Rembang, 46 tahun silam itu juga menilai penurunan kasus harian ini tak lepas dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah yang mulai berjalan efektif.

Yaqut mengungkapkan, tren kasus harian Covid-19 pada Januari 2021 sempat mengalami peningkatan. Menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas pada Jumat (29/1/2021), ia akhirnya mengeluarkan Instruksi Nomor 01 Tahun 2021 tentang Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan (5M). Instruksi yang ditujukan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama baik di pusat hingga kabupaten/kota itu bertujuan untuk mengintensifkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Yaqut juga meminta jajarannya untuk mengajak ormas dan tokoh agama dalam sosialisasi protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sosialisasi Prokes

Selain menerbitkan instruksi, Yaqut juga beberapa kali menggelar rapat koordinasi dengan jajarannya. Antara lain dengan para Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dari 13 provinsi secara daring, awal pekan ini. Hadir juga dalam rapat koordinasi itu adalah Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar, serta para Staf Khusus Menteri Agama.

“Ini bagian dari upaya kita untuk menekan laju paparan Covid-19 dan tentu saja ini bagian dari tugas kemanusiaan kita,” tutur Menag Yaqut.

Instruksi Menag pun langsung ditindaklanjuti secara masif oleh jajarannya sejak awal Februari 2021. Para penyuluh agama di berbagai daerah bergerak bersama tokoh agama untuk melakukan sosialisasi. Secara nasional, total ada 50 ribuan penyuluh agama yang diterjunkan untuk mengedukasi masyarakat secara langsung terkait protokol kesehatan ini.

"Bahkan, saya dengar penyuluh agama di Jakarta blusukan sosialisasi protokol kesehatan 5M," terangnya.

Proses sosialisasi ini dilakukan dengan berbagai pendekatan. Salah satunya pendekatan budaya berpantun yang dilakukan penyuluh agama Kantor Urusan Agama (KUA) di Banyuwangi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓