Jokowi Sebut Indonesia Ranking Tertinggi Negara Paling Rawan Bencana

Oleh Lizsa Egeham pada 03 Mar 2021, 15:11 WIB
Diperbarui 03 Mar 2021, 15:11 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pemerintah pusat akan memperkuat pengujian, pelacakan hingga perawatan pasien COVID-19 saat diwawancara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut bahwa Indonesia berada di peringkat tertinggi negara paling rawan bencana. Berdasarkan data yang diterimanya, ada 3.253 bencana yang terjadi di tanah air dalam kurun waktu Februari 2020 hingga Februari 2021.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021, yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (3/3/2021).

"Per hari berarti kurang lebih sembilan bencana. Bukan sebuah angka yang kecil, tapi cobaan ujian dan tantangan itu yang harus kita hadapi. Baik bencana hidrometeorologi maupun bencana geologi," kata Jokowi.

Belum lagi, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang begitu banyak sekitar 270 juta jiwa. Sehingga, kemungkinan korban yang berjatuhan akan banyak apabila terjadi bencana.

"Kita sekali lagi menduduki ranking tertinggi negara paling rawan bencana karena jumlah penduduk kita juga besar. Sehingga risiko jumlah korban yang terjadi apabila ada bencana juga sangat besar," ujarnya.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta agar ada langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana. Dia juga mengingatkan setiap kebijakan yang dibuat harus tetap memperhatikan aspek kerawanan bencana..

"Saya melihat kunci utama dalam mengurangi risiko adalah terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana yang selalu saya sampaikan berulang-ulang. Pencegahan, pencegahan, jangan terlambat jangan terlambat," jelas dia.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Kerugian Rp 22,8 T Akibat Bencana Alam

Doni Monardo
Perbesar
Ketua Satgas Doni Monardo minta pemangku kebijakan, khususnya Jawa Barat aktifkan kembali posko COVID-19 di seluruh kabupaten/kota di Markas Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Bandung, Senin (28/12/2020). (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan bahwa setiap tahunnya Indonesia mengalami kerugian ekonomi sekitar Rp 22,8 triliun akibat bencana alam. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya korban jiwa akibat bencana.

"Jika melihat statistik korban jiwa akibat bencana dalam 10 tahun terakhir, rata-rata 1.183 jiwa meninggal akibat bencana," ucapnya.

"Bank Dunia menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari 35 negara dengan tingkat risiko ancaman bencana paling tinggi di dunia," sambung Doni.

3 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

INFOGRAFIS: Deretan Bencana Alam yang Menerjang Indonesia di Awal 2021 (Liputan6.com / Triyasni)
Perbesar
INFOGRAFIS: Deretan Bencana Alam yang Menerjang Indonesia di Awal 2021 (Liputan6.com / Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓