Ketua PBNU: Kami Betul-Betul Kehilangan Sosok Pak Artidjo

Oleh Delvira HutabaratIka Defianti pada 28 Feb 2021, 19:13 WIB
Diperbarui 28 Feb 2021, 19:13 WIB
Artidjo Alkostar, Algojo Para Koruptor Peminta Kasasi
Perbesar
Tak hanya memperberat hukuman koruptor, Artidjo juga akan menghabisi karir politik para koruptor.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua PBNU Robikin Emhas menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Mantan Hakim Agung MA Artidjo Alkostar. Dia mengaku sangat kehilangan sosok almarhum.

"Saya dan para pencinta keadilan lainnya betul-betul kehilangan atas wafatnya Pak Artidjo. Saya mengenal beliau dengan baik sewaktu sama-sama masih menjadi praktisi hukum sebagai advokat dan pembela umum. Tanpa mengurangi keikhlasan hati terhadap takdir, saya sangat berduka atas wafatnya beliau," katanya, Minggu (28/2/2021).

Bagi Robikin, sosok almarhum Artidjo Alkostar adalah pembela keadilan yang sangat disegani masyarakat.

"Di mata saya beliau bukan saja pembela hukum, namun sekaligus keadilan. Dan bukan saja keadilan hukum dalam arti sempit sebagaimana termaktub dalam peraturan perundang-undangan atau hukum tertulis. Tapi pembela dan penegak hukum dan keadilan yang hidup dan berkembang di hati sanubari masyarakat," ungkap Robikin.

Ia berharap, almarhum Artidjo Alkostar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Semoga kami dan anak bangsa lainnya bersedia dan sanggup mengikuti jejakmu, menegakkan hukum dan keadilan tanpa pandang bulu," kata Robikin.

 

Sakit Paru-paru

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md menyampaikan duka cita atas meninggalnya anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Artidjo Alkostar.

Dia menyebut, mantan hakim agung itu wafat karena menderita penyakit jantung dan paru-paru.

"Ya, beliau meninggal dunia karena penyakit jantung dan paru-paru," tutur Mahfud kepada Liputan6.com, Minggu (28/2/2021).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓