Kebahagiaan Mantan Gelandangan dan Pemulung Jakarta Kerja di PT Waskita Karya

Oleh Yopi Makdori pada 26 Feb 2021, 16:48 WIB
Diperbarui 26 Feb 2021, 16:48 WIB
Kementerian Sosial RI terus merehabilitasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), seperti bagi eks gelandangan, pemulung dan pengemis di DKI Jakarta.
Perbesar
Kementerian Sosial RI terus merehabilitasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), seperti bagi eks gelandangan, pemulung dan pengemis di DKI Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Sosial RI terus merehabilitasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), seperti bagi eks gelandangan, pemulung dan pengemis di DKI Jakarta. 

Para PPKS dibina di Balai Pangudi Luhur Bekasi berbagai keterampilan, seperti ternak lele, pupuk kompos, hidroponik, serta montir kendaraan hingga oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini menyalurkan kerja ke PT Waskita Karya (Persero). 

Di antara PPKS yang telah berkerja di PT Waskita Karya adalah Supriyadi, 53 tahun, yang mengaku senang bisa bekerja di tempat baru yang jauh lebih baik daripada sebelumnya serta bisa tinggal di mess yang layak.

"Usai bangun pagi sarapan dan minum kopi terus mulai kerja seperti beresin sampah yang ada di sekitar proyek dan bantu pekerjaan-pekerjaan yang telah ditugaskan," ujar Supriadi di Bekasi, Jumat, 26 Februari 2021. 

Usai hampir satu bulan bekerja, Supriadi merasa tidak ada pekerjaan yang sulit dan semuanya bisa dikerjakan dengan baik. Hal ini lantaran suasana di tempat kerja cukup menyenangkan.

Jam kerja pun layaknya pegawai pada umumnya. Ia mulai pekerjaan pukul dari 07.30 hingga pukul 17.00 WIB.

"Sama sekali tidak berat kerjanya, suasana kerja juga enak dan menyenangkan serta ada candanya dan pas siang hari bisa istirahat," ungkap Supriadi. 

Ia  mengaku bekerja di Waskita tidak hanya mencari penghidupan yang lebih baik, tapi bisa menambah teman, termasuk teman sekamar mess yang sudah akrab.

"Hampir 1 bulan di sini, saya mau ngucapin terima kasih banyak kepada Bu Mensos yang telah memberikan kesempatan bisa kerja dan memulai menata kehidupan baru," ucapnya.

"Juga, kepada ibu Lela,  Ibu Neneng yang sering nengokin ke sini dan ngajarin dari yang awalnya saya gak tahu sama sekali tentang Waskita sampai saat ini saya bisa bekerja di tempat ini," imbuhnya.

Hal serupa dirasakan juga oleh Riyadi, 52 tahun, ia merasa betah bisa bekerja di Waskita Karya karena tidak ada pekerjaan yang dirasakan berat serta mendapatkan suasana yang baru.

"Tidak terasa apa-apa, biasa saja, tapi cukup seneng karena bisa kerja di sini dengan suasana baru dan saya ingin ngucapin terima kasih kepada Bu Risma yang telah mengubah hidup menjadi lebih baik," ungkap Riyadi. 

Bisa Diandalkan

Rizal Ramadhan, staf logistik PT Waskita Karya, mengaku dengan mempekerjakan para eks PPKS ternyata bisa diandalkan dengan baik, karena bisa kerja cepat dan beradaptasi dengan tugas-tugas yang diberikan. 

"Kami terbantu dengan kehadiran mereka, karena bisa bekerja dalam tim dan cukup memahami apa yang seharusnya dikerjakan setelah diberikan briefing-briefing di pagi hari sebelum memulai aktivitas," ungkapnya.

Tugas mereka, kata Rizal, lebih kepada unit serba bisa yang meliputi bersih-bersih sampah di sekitar lokasi proyek, membantu loading barang atau materil untuk proyek dari lokasi workshop ke lapangan.

"Tugas mereka 5 R mulai bersihkan sampaah hingga bantu loading barang atau material proyek dari workshop ke lapangan, tapi terlebih dulu diajarkan dulu teknik-tekniknya dan mereka cepat memahami," tandas Rizal.

PT Waskita juga cukup mengapresiasi, karena tidak mereka tidak malu bertanya, mudah memahami arahan dan saat brieging serta yang paling bagus cukup sigap dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan.

"Kami akui mereka bisa kerja dalam tim, selain mudah memahami arahan saat briefing dan sigap melakasanakan tugas. Saya kira mereka pernah kerja di proyek, jadi ada pengalaman sebagai bekal bekerja di sini," pungkas Rizal.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓