Sambut Baik Virtual Police, Politikus PKS: Agar Terjadi Keadilan Restoratif

Oleh Yopi Makdori pada 26 Feb 2021, 15:52 WIB
Diperbarui 26 Feb 2021, 16:01 WIB
Banner Infografis Mekanisme Virtual Police Awasi Pengguna Media Sosial. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Banner Infografis Mekanisme Virtual Police Awasi Pengguna Media Sosial. (Liputan6.com/Trieyasni)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS Achmad Dimyati Natakusumah mendukung langkah Polri untuk meluncurkan virtual police sebagai ikhtiar polisi mengedukasi masyarakat saat dalam bermedia sosial. 

Virtual police memiliki mekanisme peringatan selama beberapa kali saat seorang pengguna mengunggah konten yang dianggap dapat melanggar UU ITE.

"Oh malah lebih bagus, jangan gini ya dulukan ada anekdot polisi ngumpet di lampu merah, terus ada pelanggaran pripit (bunyi peluit). Ini nggak, ini beda masanya Pak Kapolri Sigit," kata Dimyati kepada Liputan6.com, Jumat (26/2/2021).

Menurut Dimyati, virtual police besutan Polri di bawah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mempunyai semangat persuasif. Di mana polisi mengutamakan pencegahan ketimbang penindakan. Semangat ini juga senapas dengan agenda keadilan restoratif.

"Inikan supaya terjadi restorative justice, ini arahnya ke sana," kata dia.

Dia mengatakan, masyarakat tidak perlu takut mengenai potensi mengekang kebebasan publik di ruang maya. Sebab, dunia siber sendiri memang sebuah ruang publik yang dapat diawasi gerak-geriknya oleh siapa pun.

Untuk itu ada virtual police untuk sistem peringatan dini bagi masyarakat yang konten unggahannya dianggap menyalahi UU ITE.

"Tujuannya malah lebih bagus, nggak boleh itu menentukan di awal langsung menyatakan pidana, maka virtual police itu mengawasi semua. Kalau ada yang mendekati pidana diingatkan, satu dua kali, tiga kali diingatkan nggak respons baru delik. Nah itu bagus malah," kata Dimyati.

2 dari 3 halaman

Virtual Police Harus Diawasi Supaya Tak Melenceng

Kendati begitu, Dimyati memang masih ada potensi penyalahgunaan dari virtual police ini. Karena menurutnya semangat polisi di lingkungan atas sering kali tak dijalankan oleh polisi-polisi di bawah.

"Kan Kapolri inikan nggak sama dengan di bawah, yang di bawah inikan oknum-oknum masih banyak, jujur saja baik di tingkat polsek maupun polres masih banyak yang mencari kesempatan dalam kesempitan," kata Dimyati.

Untuk itu menurut dia, Kapolri Sigit dan jajarannya mesti benar-benar mengawasi jalannya virtual police ini. Supaya tak melenceng dari semangat pembentukannya.

"Betul-betul mengawasilah oknum-oknum penegak hukumnya. Nah itu juga harus diingatkan, jangan sampai ada yang dikriminalisasi atau abuse of power," pungkas Dimyati.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by