Wagub DKI: 1,8 Juta Sumur Resapan Butuh Waktu, Tak Mungkin Selesai 1 Periode

Oleh Liputan6.com pada 24 Feb 2021, 19:36 WIB
Diperbarui 24 Feb 2021, 19:46 WIB
Pembuatan Sumur Resapan
Perbesar
Pekerja dari Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) sedang menutup sumur resapan di Karet Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020). Rencananya Pemerintah Jakarta Pusat akan membangun 400 sumur resapan dapat meminimalisir genangan dan banjir. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, 1,8 juta sumur resapan adalah kebutuhan Jakarta, bukan target yang harus tercapai hingga 2022. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Riza mengatakan perlu ada kolaborasi antara Pemprov dengan pihak swasta.

"Jadi kita ini punya perencanaan jangka panjang kebutuhan sumur resapan itu 1,8 juta, kebutuhan MRT misalnya 230 km, apa mungkin satu periode? Tidak mungkin. Mungkin 2, 3, 4 periode ke depan. Memang ini membutuhkan waktu," kata Riza di Balai Kota, Rabu (24/2/2021).

Sama seperti banjir, menurut Riza, penanganan banjir mustahil dituntaskan dalam kurun 1 periode kepemimpinan. Perlu ada keberlangsungan antarperiode pemimpin untuk mencapai satu program.

Riza mencontohkan, pembuatan kanal banjir barat dan kanal banjir timur yang tidak diselesaikan satu masa pemerintahan gubernur.

Dibanding melihat kuantitas fisik satu program, politikus Gerindra itu mengajak seluruh pihak melihat kemajuan program yang terjadi di setiap periode.

"Kita harus melihat juga jujur fakta dan data. Di periode ini apa progresnya? Sangat baik terkait banjir satu hari selesai. Sebelumnya berhari-hari. Kemudian, lihat curah hujannya. Ke sini semakin tinggi itu artinya bebannya semakin berat. Tapi kami bisa mengatasi secara baik," tandas Riza.

2 dari 3 halaman

Pembangunan Sumur Resapan di Jakarta

Pembangunan 14 Sumur Resapan di Cempaka Putih Dikebut
Perbesar
Petugas menyelesaikan pembuatan sumur resapan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu (25/11/2020). Sebanyak 14 lubang sumur resapan yang dibangun di ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Cempaka Putih Barat 21 saat ini terus dikebut pengerjaannya. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah membangun ribuan sumur resapan di 777 lokasi di Ibu Kota. Jumlah tersebut telah dibangun pada tahun 2020. Sumur resapan itu dibangun di kawasan aset milik Pemprov DKI Jakarta, seperti halnya di kantor kecamatan.

"Kalau SDA sendiri kemarin di 2020 sudah sampai 2.974 sumur resapan," kata Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 22 Februari 2021.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022, Pemprov DKI Jakarta harus menyediakan 1,8 juta titik sumur resapan. Menurut Juaini, jumlah tersebut dibagi oleh semua SKPD.

Pihaknya menargetkan pembangunan 300 ribu titik sumur resapan pada tahun 2021-2022.

"Kemarin kenapa lambat karena vendornya cuma dua. Nah, sekarang lagi diproses vendornya itu 100 vendor ya. Kita harapkan banyaknya vendor, jadi yang kerja banyak sehingga program kita bisa cepat kita jalankan," ujar dia.

Selain itu, Juaini menyatakan sumur resapan efektif menangani genangan air di lokasi dengan curah hujan tinggi.

"Sangat efektif, seperti di depan Kantor Kecamatan Jatinegara itu biasa ada genangan di badan jalan, itu hilang itu lari ke sumur resapan itu," jelas Juaini.

 

 

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓