Wagub Jabar Ungkap Penyebab Banjir di Perumahan Pondok Gede Permai Bekasi

Oleh Bam Sinulingga pada 23 Feb 2021, 15:34 WIB
Diperbarui 23 Feb 2021, 16:23 WIB
Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, meninjau upaya perbaikan tanggul jebol di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi.
Perbesar
Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, meninjau upaya perbaikan tanggul jebol di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi. ( Liputan6.com/Bam Sinulingga)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengungkap sejumlah penyebab banjir yang melanda Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi, hingga membuat tanggul pembatas perumahan jebol.

Menurut Kang Uu, sapaan akrabnya, selain intensitas hujan yang tinggi, wilayah tersebut juga minim titik penyerapan air karena sudah dipenuhi bangunan. Kondisi saluran parit juga semakin menyempit, sehingga fungsinya tidak berjalan maksimal.

"Juga diperparah usia tanggul penahan air yang sudah lama dan retak-retak. Jadi di saat ada banjir, airnya deras datangnya, maka tanggul tersebut tidak dapat menahan lajunya air, sehingga meluap," kata Uu kepada awak media, Selasa (23/2/2021).

Dia mengatakan, banyak terdapat rumah warga yang dibangun tidak sesuai aturan, sehingga mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar lokasi. Hal ini dinilai juga menjadi pemicu banjir yang sering melanda perumahan tersebut.

Ia pun meminta peran pemerintah setempat lebih ditingkatkan, terutama terkait perizinan. Baik camat, lurah, hingga RT/RW harus lebih tegas dalam memberikan izin kepada warga yang ingin membangun rumah dan sebagainya, agar tidak melanggar regulasi yang ada.

"Jangan mentang-mentang tanahnya, jadi membangun seenaknya. Betul setahun dua tahun tak ada masalah, tapi sekian tahun yang akan datang seperti ini adanya," tegas Kang Uu.

 

2 dari 3 halaman

Perlu kesadaran masyarakat

Kondisi Tanggul Sungai Citarum yang Jebol
Perbesar
Suasana banjir akibat tanggul jebol di Desa Sumberurip Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/2/2021). Banjir akibat luapan sungai Citarum mengakibatkan 5 Desa terisolir selama tiga hari akibat tanggul sungai Citarum jebol. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Hal ini, kata dia, juga berlaku di daerah lainnya yang sering mengalami kebanjiran serupa. Kesadaran masyarakat terhadap kelangsungan lingkungan, perlu ditingkatkan sedari dini demi mencegah bencana terus berulang.

"Jangan hanya kita butuh, tapi malah mengabaikan fungsi lingkungan itu sendiri. Sepanjang kita tidak sadar, maka bencana itu akan terus terjadi," imbuhnya.

Kang Uu berharap upaya perbaikan tanggul secara permanen bisa dilakukan secepatnya, untuk meminimalisir banjir di perumahan tersebut.

"Kan tanggul belum diperbaiki untuk permanen, ini kan ada tanggap darurat, sedang dilaksanakan oleh pihak BBWS. Tetapi harapan kami ini harus segera dilakukan perbaikan secara permanen," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓