BPBD DKI: Banjir Jakarta Sudah Surut Semua

Oleh Ika Defianti pada 22 Feb 2021, 08:25 WIB
Diperbarui 22 Feb 2021, 08:25 WIB
FOTO: Warga Bersihkan Sisa Banjir di Kebalen
Perbesar
Pengendara sepeda motor melintas saat warga membersihkan sampah sisa banjir di Kebalen, Jakarta, Minggu (21/2/2021). Banjir yang terjadi kemarin karena curah hujan yang tinggi meninggalkan sampah di rumah warga. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto menyatakan, banjir di sejumlah wilayah ibu kota sudah surut semua sejak Minggu (21/2/2021) malam.

"Sudah surut semua sejak tadi malam," ujar Sabdo saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (22/2/2021).

Dia juga memastikan, tidak ada lagi warga terdampak banjir yang tinggal di lokasi pengungsian. "Pengungsi sudah balik ke rumah masing-masing," tutur Sabdo.

Banjir merendam sejumlah wilayah di Jakarta akibat hujan deras dan cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat 19 Februari 2021. Pada Sabtu 20 Februari 2021, tercatat ada 113 RW terdiri atas 342 RT yang terdampak banjir.

BPBD DKI juga melaporkan, banjir pertengahan Februari 2021 ini menelan lima korban jiwa. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima warga dalam bencana alam tersebut.

 

2 dari 3 halaman

4 Korban Jiwa Banjir Adalah Anak-Anak

FOTO: Banjir di Kemang Timur Lambat Surut
Perbesar
Anak-anak bermain air saat banjir merendam permukiman warga di Kemang Timur XI, Jakarta Selatan, Minggu (21/2/2021). Longsor yang merusak rumah dan menutup aliran kali membuat RT 10 dan 12, RW 03, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan masih terendam banjir. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, lima korban ini meninggal saat banjir pada 18-19 Februari 2021.

"Kita berduka cita bahwa ada korban meninggal jumlahnya 5 orang, dan 4 dari 5 ini adalah anak-anak," kata Anies saat meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (21/2/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meminta orang dewasa menegur dan melarang anak-anak bermain-main saat banjir.

Sebab, informasi yang didapatnya, anak-anak kerap bermain di tengah banjir tanpa menyadari bahaya arus, tegangan listrik, atau lubang dalam yang dapat membahayakan nyawa.

"Bermain di tempat-tempat seperti ini sering berisiko. Ada lubang, arus yang tak terduga akhirnya terjadilah peristiwa yang tidak kita inginkan," ucap Anies Baswedan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓