Polisi: 10 Ribu KK Terdampak Tanggul Jebol Sungai Citarum di Kabupaten Bekasi

Oleh Ika DefiantiNanda Perdana Putra pada 21 Feb 2021, 18:48 WIB
Diperbarui 21 Feb 2021, 18:48 WIB
Jebolnya tanggul Sungai Citarum menyebabkan banjir di Kabupaten Bekasi dan Karawang
Perbesar
Jebolnya tanggul Sungai Citarum menyebabkan banjir di Kabupaten Bekasi dan Karawang, Minggu (21/2/2021). (dok BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi membantu masyarakat terdampak banjir akibat tanggul jebol Sungai Citarum di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Diperkirakan ada sekitar 10 ribu kepala keluarga (KK) dari empat desa yang mengalami musibah tersebut. 

"Ini ada sekitar 10 ribu KK dari empat desa jebol tanggulnya semalam sekitar jam 22.00 WIB, sekarang terendam semuanya," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Minggu (21/2/2021).

Yusri menyebut, pihaknya berupaya menyediakan sejumlah fasilitas posko pengungsian dan dapur umum untuk masyarakat terdampak banjir. Evakuasi pun terus dilakukan menggunakan perahu karet bersama dengan TNI dan Tim SAR.

"Sekarang ini kita akan siapkan dapur lapangan atau dapur umum yang bisa memuat sekali masak 500 sampai 750 makanan sekali masak," jelas dia.

Kondisi banjir yang cukup parah membuat petugas juga menggunakan alternatif udara untuk melakukan pencarian dan distribusi logistik. 

"Dari Polda Metro Jaya kita kasih bantuan sembako dan ada bantuan dari helikopter dari Mabes Polri dan TNI untuk memberikan bantu langsung," Yusri menandaskan.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Jebol Dini Hari

Tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Sumber Urip, Pebayuran, Kabupaten Bekasi jebol pada Minggu (21/2/2021) dini hari. Sejumlah desa terdampak banjir yang mulai terjadi pukul 01.00 WIB tersebut. 

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB mengatakan, banjir melanda 4 desa, yaitu Desa Sukaurip, Karangsegar, Bantasari dan Sumber Urip. Keempat desa berada di Kecamatan Pebayuran.

"Banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, dalam siaran tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Minggu.

Menurut dia, petugas BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan tinggi muka air antara 1 hingga 2,5 meter. "BPBD telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak penanganan darurat, seperti bambu, karung, mi instan, air mineral, makanan siap saji, obat-obatan, vitamin, perahu evakuasi, mesin perahu, tali tambang dan lampu tembak," kata Raditya soal banjir dampak jebolnya tanggul Sungai Citarum.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓