Tiga Sekjen PDIP Bicara Konsep Politik Hijau Ala Megawati

Oleh Delvira Hutabarat pada 20 Feb 2021, 18:33 WIB
Diperbarui 20 Feb 2021, 18:33 WIB
Tiga Sekjen PDIP
Perbesar
Tiga Sekjen PDIP sejak tahun 2005 berkumpul dan bercerita terkait politik hijau. (Foto: Dokumentasi PDIP).

Liputan6.com, Jakarta Tiga Sekjen PDIP sejak tahun 2005 berkumpul dan bercerita terkait politik hijau yang selalu disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Sekjen DPP PDIP 2005-2010 Pramono Anung Wibowo mengaku jarang melihat tokoh seperti Megawati yang begitu cinta dengan alam dan lingkungan.

"Saya masih ingat ketika partai-partai belum ada namanya Badan Penanggulangan Bencana, Ibu Mega-lah yang pertama kali, mencanangkan, membentuk Baguna. Baru setelah itu partai lain mengikuti," kata Pramono dalam diskusi virtual bertajuk Politik Hijau PDI Perjuangan, pada Sabtu (20/2/2021).

Dari pengalamannya bersama Megawati, Pramono mengaku kecintaan pada lingkungan itu tampaknya karena Megawati ditempa langsung oleh ayahandanya, Bung Karno.

"Tidak banyak partai politik misalnya menginisiasi menanam pohon, membersihkan sungai, kemudian hal-hal yang berkaitan dengan penghijauan. Dan Ibu Mega bukan hanya mengerti, tapi benar-benar memahami," ujar dia.

Sementara Tjahjo Kumolo, Sekjen PDIP 2010-2015, mengaku intensif berkomunikasi dengan Megawati sejak 1997. Dan sejak awal, soal lingkungan hidup menjadi bahasan utama oleh Megawati dalam setiap pengkaderan.

Dalam aktivitas sehari-hari, seperti saat makan sekalipun, Megawati selalu menyelipkan diskusi soal lingkungan hidup. Hal-hal yang menjadi contoh alam yang menjadi bagian yang dipikirkan Megawati dalam konteks lingkungan hidup.

"Masalah bagaimana sungai tidak tercemar, membangun kebun raya sekecil apapun, kemudian menginventarisasi tanaman langka, dibuat obat, dibuat jamu. Inilah yang saya kira, tidak ada seorang presiden yang saya kira memberi perhatian khusus kepada lingkungan hidup sebanyak Ibu Mega," ungkap Tjahjo.

Sedangkan Hasto, Sekjen PDIP sekarang mengatakan dirinya sejak awal sudah belajar banyak dari Pramono Anung dan Tjahjo, dan khususnya secara langsung dengan Megawati. Menurutnya, Megawati selalu mendorong kader tak sekedar berpolitik di pemilihan umum, namun berpolitik yang merawat alam raya.

"Sehingga ini merupakan suatu hal yang unik bagaimana partai tidak hanya berbicara persoalan kekuasaan, tapi bagaimana kita merawat seluruh alam raya," kata Hasto.

 

2 dari 3 halaman

Kehidupan Berpartai

Hasto menambahkan, dalam kehidupan sehari-hari di partainya, ada kebijakan sama sekali tidak menggunakan atau minimal mengurangi penggunaan plastik. Saat kongres partai, kebijakan ini diwujudkan dengan ribuan peserta membawa tumbler tempat minum masing-masing.

"Jadi menjaga lingkungan ini sudah menjadi bagian dari kultur yang dibangun partai. Bahkan Pak Jokowi, sebelum jadi presiden pun dulu diajak Ibu Mega untuk menanam pohon di Sungai Ciliwung," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by