Banjir Jakarta, Anies Baswedan: Prioritaskan Keselamatan Warga

Oleh Delvira Hutabarat pada 20 Feb 2021, 13:23 WIB
Diperbarui 20 Feb 2021, 13:48 WIB
Anies Baswedan
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) saat melakukan memantau Pintu Air Manggarai, Jakarta, Selasa (30/1). Sebagai Ibu Kota, Jakarta menghasilkan sekitar 7.000 ton sampah per hari. (Liputan6.com/Arya Manggala)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan prioritas Pemprov DKI dalam penanganan banjir ada dua. Pertama adalah tidak adanya korban jiwa dan kedua genangan banjir harus surut kurang dari 6 jam setelah turun hujan.

"Nah, kita nomor satu memastikan seluruh masyarakat itu aman. Prioritas kita pertama dan terutama adalah memastikan warga selamat, jangan sampai ada korban jiwa," kata Anies saat meninjau ketinggian air dan menggelar rapat koordinasi di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Sabtu pagi (20/2/2020).

"Prioritasnya adalah keselamatan, memastikan warga yang terdampak bisa memiliki tempat istirahat sementara. Begitu air surut mereka bisa kembali ke rumahnya. Selama mereka di sana kebutuhan pangan, kebutuhan layanan kesehatan dipastikan tersedia. Insya Allah begitu surut, mereka bisa kembali berkegiatan," kata Anies.

Anies menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, Jabodetabek mengalami kondisi hujan ekstrem dengan intensitas di atas 150 mm/hari.

"Sejak tadi malam Jakarta dan sekitarnya mengalami hujan yang cukup intensif di Pasar Minggu. Ini catatan dari BMKG, curah hujan sampai 226 mm, di Sunter Hulu 197 mm, di Halim sampai 176 mm, Lebak Bulus 154 mm. Semua angka di atas 150 mm, adalah kondisi ekstrem," kata Anies Baswedan.

2 dari 3 halaman

Evakuasi warga terdampak

Anies Baswedan
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza mengendarai sepeda di Kawasan Bundaran HI, Selasa (16/6/2020). Anies bersepeda dalam rangka mengajak warga agar selalu menggunakan face shield atau masker saat beraktivitas di luar ruangan. (merdeka.com/Imam Buhori)

Maka dari itu, jajaran Pemprov DKI telah mengerahkan semua sumber daya untuk mengatasi banjir dan mengevakuasi warga terdampak dengan menyiapkan tempat-tempat pengungsian di Jakarta.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DKI Jakarta) per Sabtu, 20 Februari 2021 pukul 09.00 ada sebanyak 200 RT terdampak dari total 30.070 RT yang ada di Jakarta. Artinya 0,6 persen dari seluruh wilayah DKI Jakarta. BPBD juga mencatat ada 26 titik lokasi dengan jumlah pengungsi 1.361 jiwa dari 329 KK.

"Saat ini, kita sudah menyiapkan dapur umum, tenda untuk mereka mengungsi sementara dan juga tenda isolasi mandiri Covid-19 bagi mereka yang memiliki gejala atau terdeteksi dari tes antigen terpapar Covid-19, obat-obatan, dan prasarana juga kita siapkan. Jadi, Pemprov DKI Jakarta sejak awal sudah bersiaga,” katanya.

Anies juga menjelaskan proses untuk segera mengalirkan air dari tempat-tempat yang tergenang untuk kembali ke sungai, sehingga target genangan surut dalam 6 jam dapat tercapai.

"Jadi alhamdulillah, kita seluruh jajaran bekerja responsif. Mudah-mudahan kita ingin memastikan semua selamat. Dan targetnya adalah kita di tempat yang di situ terjadi genangan. Maka, bila tidak ada kendala khusus, seperti tanggul yang jebol dan lain lain, diharapkan dalam enam jam bisa surut," tegas Anies.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓