Air Kali Meluap, Sejumlah Wilayah di Ragunan Jakarta Selatan Banjir

Oleh Ady Anugrahadi pada 20 Feb 2021, 11:52 WIB
Diperbarui 20 Feb 2021, 11:53 WIB
FOTO: Banjir Rendam Tol JORR di Kawasan TB Simatupang
Perbesar
Suasana banjir yang menggenangi Jalan Tol JORR di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). Banjir terjadi akibat luapan Kali Serua yang berada di pinggir jalan tol. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Luapan Kali Saco menyebabkan sejumlah rumah di Ragunan, Jakarta Selatan terendam banjir. Lurah Ragunan Joko Padmono pun memantau salah satu kawasan yang diterjang banjir luapan kali di Jalan Hankam, Ragunan pada Sabtu (20/2/2021).

Dia menyebut, di Jalan Hankam banjir merendam perumahan di sebagian RW 8, RW 4, RW5, RW 1, RW 2, RW 3, RW 9, dan RW 11.

"Kebetulan saya lagi di Jalan Hankam memang saat ini lagi banjir ketinggian air beda-beda. Tapi rumah yang berada dipinggir Kali Saco ketinggiannya 80 cm sampai 90 cm. Tapi yang ke arah jauh dari kali beda lagi ketinggiannya," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (20/2/2021).

Menurut dia, Kali Saco sudah tidak bisa menampung debit air. Sebab, di pinggiran banyak sekali berdiri bangunan-bangunan yang mengakibatkan kali menjadi sempit.

"Awalnya Kali Saco ini lebar. Kemudian menjadi sempit karena ada bangunan yang pada akhirnya jadi begini," ujar dia.

 

2 dari 3 halaman

BPBD DKI Jakarta: 193 RT Terendam Banjir

FOTO: Banjir Putus Akses Lalu Lintas di Jalan Kapten Tendean
Perbesar
Suasana Jalan Kapten Tendean yang terendam banjir, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). Banjir yang disebabkan curah hujan tinggi memutus akses lalu lintas di Jalan Kapten Tendean. (merdeka.com/Imam Buhori)

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, hujan yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu dini hari (20/2/2021) menyebabkan banjir pada 193 rukun tetangga (RT). Sebanyak 1.380 orang harus mengungsi ke lokasi aman.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, banjir tersebut terjadi di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Demikian dikutip dari Antara.

Dengan rincian 29 rukun warga (RW) terdampak di Jakarta Selatan terdiri dari 44 RT dengan ketinggian 40 cm-150 cm dan terdapat pengungsi sebanyak tujuh Kepala Keluarga (KK) dengan total 19 jiwa.

Sementara di Jakarta Timur terdapat 50 RW terdampak banjir terdiri dari 143 RT dengan ketinggian 40 cm-180 cm, dan 372 KK dengan total 1.361 jiwa sedang mengungsi. Sedangkan di Jakarta Barat terdapat empat RW dan enam RT terdampak banjir.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Sabdo Kurnianto mengatakan, secara keseluruhan sebanyak 193 RT dari total 30.470 RT yang terdampak banjir dengan persentase sebesar 0,633 persen. Jumlah pengungsi di seluruh DKI sebanyak 379 KK dengan total 1.380 jiwa.

"Selain itu, dapat kami sampaikan bahwa sejumlah wilayah yang masih terdampak tersebut disebabkan oleh tingginya curah hujan dan luapan Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan di Jakarta Selatan, serta luapan PHB Sulaiman, Kali Sunter, Kali Cipinang di Jakarta Timur," ujar Sabdo.

Sabdo mengatakan, kejadian itu diakibatkan karena menurut citra radar cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu pukul 01.30 WIB dini hari, terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi merata di wilayah Jabodetabek. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Ibu Kota terdampak banjir.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓