Satgas Covid-9 Pastikan Vaksin Sinovac Aman untuk Lansia

Oleh Liputan6.com pada 10 Feb 2021, 14:45 WIB
Diperbarui 10 Feb 2021, 14:45 WIB
Ketua IDI Terpilih Vaksinasi COVID-19 Bersama Nakes RSUD Cengkareng
Perbesar
Petugas vaksinator menunujukkan vaksin CoronaVac dari SinoVac di RSUD Cengkareng, Jakarta, Kamis (14/01/2021). Vaksinasi Covid-19 tahap awal akan menargetkan 1,48 juta tenaga kesehatan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Satgas Penanganan Covid-19 memastikan, vaksin Sinovac aman untuk kelompok lanjut usia (lansia). Juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan bahwa vaksin yang sudah disuntikkan ke lansia pada 8 Februari 2021 lalu itu sudah teruji keamanannya.

Dia pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin dari Sinovac Biotech itu.

"Berdasarkan hasil evaluasi bersama pada 5 Februari 2021, BPOM menerbitkan EUA vaksin Coronavac untuk usia 60 tahun ke atas dengan dua dosis suntikan vaksin yang diberikan dalam selang waktu 28 hari," kata Wiku melalui keterangan tertulisnya, Rabu (10/2/2021).

Wiku mengatakan, saat ini lansia masuk ke dalam kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19. Pada tahap pertama ini, nakes yang didahulukan. Dengan catatan, tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Seperti yang diketahui, kebijakan vaksinasi lansia ini diambil karena kasus kematian lansia tinggi, 47 persen dari seluruh kasus kematian Covid-19 di Indonesia.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

"Sebelum mengeluarkan EUA, BPOM membahas hasil evaluasi bersama para ahli, meliputi Komite Nasional Penilai Obat, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), dokter spesialis alergi dan imunologi, serta dokter spesialis geriatri," ujarnya.

Untuk mendapatkan data-data keamanan dan khasiat menunjang untuk penggunaan vaksin pada lansia, pemerintah juga telah berkomunikasi dengan pihak terkait yang menguji klinis vaksin bagi lansia 60 tahun ke atas di Brasil dan Tiongkok.

"Pada akhir Januari 2021, uji klinis fase dua di Tiongkok dan fase tiga di Brasil pada kelompok 60 tahun ke atas sudah mencapai jumlah subjek yang memadai dan hasil uji klinisnya sudah diserahkan kepada BPOM untuk dievaluasi," ujar Wiku.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Produksi Vaksin Covid-19 Sendiri

Kemudian, dalam mempersiapan vaksinasi tahap selanjutnya bagi pelayan publik, Wiku mengatakan bahwa Indonesia sedang memproduksi vaksin Covid-19 secara mandiri melalui PT Bio Farma selaku produsen vaksin Sinovac. Dia mengatakan, PT Bio Farma akan berusaha untuk mencukupi pasokan kebutuhan program vaksinasi yang ditargetkan bisa memvaksin 181 juta masyarakat Indonesia.

"Indonesia dapat memiliki suplai vaksin secara mandiri dan siap menjalankan program vaksinasi bagi pelayan publik setelah vaksinasi bagi tenaga kesehatan selesai dilaksanakan," tutupnya.

Reporter: Rifa Yusya Adilah

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by