BPN Selidiki Kasus Pencurian Sertifikat Rumah Ibu Dino Patti Djalal

Oleh Liputan6.com pada 10 Feb 2021, 10:32 WIB
Diperbarui 10 Feb 2021, 10:33 WIB
Dino Patti Djalal Buka Pameran World Post Graduate 2018
Perbesar
Ketum Asosiasi Dosen Indonesia Dino Patti Djalal memberikan sambutan pada pameran World Post Graduate 2018 di Jakarta, Sabtu (12/5). Pameran ini juga memberikan tes simulasi IELTS untuk mengukur kemampuan bahasa asing. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengatakan pihaknya sedang menyelidiki masalah yang dialami mantan Juru Bicara Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono, Dino Patti Djalal. Dino mengaku ibunya menjadi korban komplotan pencuri sertifikat tanah atau mafia tanah.

"Ya kami sedang membantu beliau, tentu ada due process," kata Sofyan kepada Merdeka, Rabu (10/2/2021).

Sofyan pun menjelaskan, pihaknya akan menjelaskan kepada publik terkait kasus yang dialami Dino.

"Kami akan menjelaskan kepada publik," ungkap Sofyan.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal mengaku ibunya jadi target komplotan pencuri sertifikat rumah. Dia membeberkannya lewat akun Twitter pribadinya, @dinopattidjalal, pada Selasa, 9 Februari 2021.

"Agar publik waspada: satu lagi rumah keluarga saya dijarah komplotan pencuri sertifikat rumah. Tahu2 sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB, tidak ada transaksi bahkan tidak ada pertemuan apapun dgn Ibu saya," tulis Dino seperti dikutip Liputan6.com, Rabu (10/2/2021).

 

2 dari 3 halaman

Modus

Menurut Dino, modus komplotan tersebut adalah dengan membuat KTP palsu, berkolusi dengan broker hitam dan notaris bodong, hingga pasang figur mirip foto di KTP yang dibayar untuk berperan sebagai pemilik KTP palsu. Mereka secara terencana menargetkan sejumlah rumah milik ibunya.

"Yang penting, polisi harus bisa dan berani membongkar tuntas para sutradara/bos/aktor intelektual komplotan pencuri sertifikat rumah ini, bukan hanya menangkap kroco-kroconya. Komplotan ini sangat lihai & licin, dan sudah terlalu banyak merugikan rakyat," jelas Dino.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓