Polisi: 26 Teroris yang Dipindah ke Jakarta Rencanakan Perampokan hingga Bom Bunuh Diri

Oleh Nanda Perdana Putra pada 04 Feb 2021, 16:09 WIB
Diperbarui 04 Feb 2021, 17:25 WIB
26 Terduga Teroris Tiba di Bandara Soetta
Perbesar
Densus 88 Mabes Polri membawa teroris usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Kamis (4/1/2021). Dari jumlah tersebut, 19 di antaranya adalah anggota Front Pembela Islam (FPI). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi memindahkan 26 tersangka kasus terorisme dari Makassar dan Gorontalo. Seluruh terduga teroris itu merupakan kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, para terduga teroris itu merencanakan sejumlah aksi, mulai dari penyerangan kepada polisi, rumah dinas Polri, kediaman pejabat baik di Gorontalo maupun Makassar, perampokan toko, hingga aksi bom bunuh diri.

"Tentunya memiliki juga rencana-rencana kegiatan-kegiatan yang akan mengganggu stabilitas Kamtibmas di negeri ini, karena kelompok ini memiliki mental untuk melakukan kegiatan-kegiatan bom bunuh diri," tutur Rusdi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (4/2/2021).

Rusdi menyebut, 26 tersangka terorisme itu terdiri atas tujuh orang dari Gorontalo dan 19 asal Makassar.

"Kemudian dari 19 anggota yang tertangkap semua terlibat atau menjadi anggota dari Front Pembela Islam di Makassar,"

 

2 dari 3 halaman

Aktif di FPI Makassar

Rusdi menyebut, belasan terduga teroris jaringan JAD itu juga aktif di kegiatan FPI Kota Makassar.

"Mereka sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan Front Pembela Islam yang ada di Makassar," katanya.

Saat ini, 26 tersangka terorisme tersebut langsung dibawa ke Rutan Teroris yang ada di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓