Mantan Petinggi Demokrat Ini Yakin Ibas Tak Ada di Balik Isu Kudeta AHY

Oleh Liputan6.com pada 02 Feb 2021, 17:01 WIB
Diperbarui 02 Feb 2021, 17:01 WIB
Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)
Perbesar
Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Mantan Petinggi Demokrat Darmizal meyakini Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas tak ada kaitannya dalam melengserkan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

Diketahui, saat melakukan konferensi pers Senin 1 Januari 2021, AHY tak ditemani sosok Ibas. Ibas notabenenya Wakil Ketua Umum Demokrat.

"Saya tidak punya analisis tentang adanya keinginan seseorang yang bernama Edhie Baskoro Yudhoyono untuk melengserkan AHY, tidak ada. Yang saya pahami, Mas Ibas itu menjadi kader partai Demokrat, jauh lebih awal ketimbang banyak pengurus hari ini," kata Darmizal, di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Dia tak bermaksud membandingkan Ibas dengan AHY. Namun, dia melihat sosok Ibas lebih senang bertemu banyak orang.

"Dengan Mas Ibas, saya lihat lebih well inform, lebih inklusif, dalam berdiskusi dan bertemu banyak orang. Bukan saya membandingkan. Ini pemahaman saya tentang seorang Edy Baskoro Yudhoyono," jelas Darmizal.

 

2 dari 3 halaman

Kritisi Kepemimpinan AHY

Para pihak yang mengklaim pendiri Demokrat angkat bicara soal isu kudeta kursi Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Salah satunya datang dari Mantan Ketua Komisi Pengawas Demokrat, Achmad Yahya.

Dia menuturkan, di bawah kepemimpinan AHY banyak kader yang mengeluh. Terutama soal iuran partai.

"Kepemimpinan Agus selama ini kami menerima aduan bahwa DPP meminta dan memungut iuran di fraksi DPD dan DPC, sehingga menjadi dan menambah beban partai Demokrat di daerah," kata Achmad saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Menurut dia, hal ini tak pernah terjadi era ketua umum sebelumnya. "Dimana hal tersebut tidak pernah terjadi pada ketua umum sebelumnya, yaitu Budi Santoso, Hadi Utomo almarhum, Anas Urbaningrum," jelas Achmad.

Dia juga mengklaim para kader daerah merasa kecewa dengan pelaksanaan Kongres Demokrat pada bulan Maret 2020 yang disebutnya cacat hukum.

"AD/ART Demokrat yaitu tidak memenuhi tata cara kongres partai, tidak ada laporan pertanggungjawaban partai terkesan kongres jadi-jadian, pengangkatan ketua umum Agus (AHY) dipaksakan," ungkap Achmad.

 

Reporter: Genanta Saputra

Sumber: Merdeka.com

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓