Jokowi: Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya untuk Atasi Pandemi Covid-19

Oleh Lizsa Egeham pada 02 Feb 2021, 15:55 WIB
Diperbarui 02 Feb 2021, 15:56 WIB
Jokowi
Perbesar
Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, pemerintah tengah mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mengatasi pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan melalui program vaksinasi Covid-19 yang sudah dimulai sejak 13 Januari 2021.

"Saat ini pemerintah sedang mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengatasi pendemi, melaksanakan vaksinasi dengan cepat untuk memutus rantai penyebaran Covid," kata Jokowi saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara Soft Launching and Public Lecture Golkar Institute, Selasa (2/2/2021).

Pemerintah menargetkan 181,5 juta penduduk Indonesia harus divaksin untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok). Program vaksinasi Covid-19 ini dirargetkan rampung pada 2021.

Selain itu, dia menyampaikan pemerintah juga berupaya menyeimbangkan penanganan krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi. Sejumlah bantuan sosial bagi masyarakat digulirkan untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.

"Menyiapkan berbagai kebijakan dan program untuk menjawab peluang pascapandemi, yang akan menjadi trigger untuk ekonomi bergerak lebih cepat," kata Jokowi.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

2 dari 3 halaman

Belum Ada Formula Tangani Pandemi Covid-19

Jokowi mendapat suntikan dosis kedua vaksin Sinovac. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Perbesar
Jokowi mendapat suntikan dosis kedua vaksin Sinovac. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Kendati begitu, Jokowi mengatakan bahwa hingga kini belum ada formula yang tepat dalam menangani pandemi Covid-19. Bahkan, 215 negara lain pun mencari formula yang pas untuk mengakhiri pandemi di negaranya.

"Dalam menghadapi pandemi tidak ada formula yang standar, yang disebut rumusan formula yang benar juga tidak ada," ucap dia.

Untuk itu, Jokowi menekankan pentingnya manajemen kriris yang cepat dan tepat dalam menghadapi situasi saat ini. Terlebih, kata dia, persoalan yang dihadapi Indonesia ke depannya akan semakin berat dan kompleks.

"Dalam menyelesaikan masalah, kita juga harus mampu menemukan smart shortcut, melakukan terobosan yang inovatif," tutur Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓