Tangis Sang Istri di Pusara Kapten Afwan, Korban Sriwijaya Air

Oleh Achmad Sudarno pada 30 Jan 2021, 22:03 WIB
Diperbarui 30 Jan 2021, 22:03 WIB
Suasana haru begitu terasa saat jenazah Kapten Afwan tiba di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Perbesar
Suasana haru begitu terasa saat jenazah Kapten Afwan tiba di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Liputan6.com, Jakarta - Suasana haru begitu terasa saat jenazah Kapten Afwan tiba di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor. Jenazah pilot Sriwijaya Air yang jatuh di Kepulauan Seribu itu tiba di pemakaman sekitar pukul 13.00 WIB.

Sebelum jenazah tiba di lokasi pemakaman, para pelayat sudah ramai memenuhi area pemakaman. Rekan-rekan Afwan seperti pramugara/pramugari, pilot dan direksi Sriwijaya Air ikut menghantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir.

Setelah jenazah pilot Sriwijaya Air SJ 182 itu tiba di pemakaman, berapa rekan almarhum ikut menggotong hingga menuju liang lahat.

Setelah itu, barulah istri Afwan, Pipit Rahmawati tiba bersama tiga anak mereka, Syahirah Rosfita (14), Aisyah Humaira (8), dan Syafiah Rahima (6). Raut wajah Pipit berubah saat berjalan menunju liang lahat. Wajahnya yang tadinya sendu dan sembab langsung menangis.

Tangisan wanita berusia 35 tahun ini semakin tak terbendung saat jenazah suaminya di masukan ke dalam liang lahat. Sembari menangis, Pipit sesekali memeluk putri bungsunya. Kerabatnya yang berdiri di belakang terlihat menenangkan agar selalu tabah dan ikhlas.

Usai prosesi pemakaman, Pipit dan tiga anaknya dipersilahkan menabur bunga lalu memanjatkan doa di pusara suaminya.

Saat itu, Pipit kembali menangis tersedu-sedu lantaran tak kuasa menahan sedih ditinggal sang suami tercinta. Beberapa kali ia mengusap foto mendiang suaminya.

"Mudah-mudahan keluarga almarhum Kapten Afwan diberikan ketabahan dan kekuatan di masa yang akan datang pasca-musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu yang dipiloti suami saya, mohon doanya," kata Pipit dengan nada lirih.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berterimakasih

Pipit juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Basarnas, BNPB, TNI, Polri, Maskapai Sriwijaya Air, Tim DVI Mabes Polri dan Pemkab Bogor, yang telah membantu mengevakuasi, mengidentifikasi hingga pemakaman Kapten Afwan.

"Saya mengucapkan banyak dan beribu terima kasih karena telah membantu mengevakuasi, mengidentifikasi hingga pemakaman Kapten Afwan, hanya Allah SWT yang bisa membalas semua kebaikan kalian," ucap Pipit.

Sementara itu, kakak sepupu Kapten Afwan, Safjan Badar (77), Kapten Afwan sosok orang yang taat beribadah dan rajin membaca Alquran. Hal itu lantaran didikan langsung almarhumah ibunya, Rosmanila Jamil, yang merupakan seorang guru agama.

"Ibu Kapten Afwan itu sarjana guru agama lulusan di Padang Panjang. Kalau pulang kampung juga rajin mengaji di surau. Beliau juga sering baca buku-buku Islam," kata Safjan di TPU Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya