Jokowi: Banyak Orang Punya Gawai, Metode Komunikasi BKKBN Harus Kekinian

Oleh Lizsa Egeham pada 28 Jan 2021, 13:29 WIB
Diperbarui 28 Jan 2021, 13:30 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjadi Ketua Pelaksanaan Program Percepatan Stunting di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (28/1/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggunakan media-media kekinian saat memberikan pendampingan dan pemberdayaan untuk menyasar keluarga muda. Sebab, keluarga muda saat ini lebih banyak menggunakan teknologi dalam mencari informasi.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program Bangga Kencana dari Istana Negara Jakarta, Kamis (28/1/2021).

"Semua punya gawai, gadget, semua punya HP (handphone) dan sering melihat HP, aktif di media sosial. Oleh karena itu, metode komunikasi BKKBN juga harus berubah, harus berkarakter kekinian," kata Jokowi seperti yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden.

"Penyampaian-penyampaian informasi gunakan media-media yang kekinian. Sehingga sampai pesan itu ke sasaran yang kita inginkan," sambungnya.

Dia menekankan bahwa penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh generasi muda yang baru dan akan berkeluarga. Bahkan, Indonesia akan mengalami puncak bonus demograsi pada 2035, dimana mayoritas penduduk adalah keluarga muda dan produktif.

"Ini yang harus semua kita tahu dan disiapkan betul sehingga saat Indonesia muncul, yang muncul adalah keluarga-keluarga yang sehat, produktif," ujar Jokowi.

2 dari 3 halaman

Sosialisasikan ketahanan keluarga

Jokowi
Perbesar
Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Selain itu, Jokowi mengingatkan kepada penyuluh BKKBN juga mensosialisasikan bagaimana membangun ketahanan keluarga secara utuh di berbagai bidang. Misalnya, bidang kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan anak.

"Mulai dari penanganan gizi, kualitas sanitasi, kualitas lingkungan, akses pendidikan, ksehatan sampai terjaganya sumber-sumber pendapatan, adalah pilar kesejahteraan dan ketahanan keluarga Indonesia," jelas Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait