BPBD Jakarta Minta Masyarakat Antisipasi Potensi Banjir dan Angin Kencang

Oleh Ika Defianti pada 28 Jan 2021, 09:42 WIB
Diperbarui 28 Jan 2021, 09:46 WIB
FOTO: Waspada Hujan Angin di Jakarta Dampak Siklon Molave
Perbesar
Kondisi llalu lintas saat hujan mengguyur Jakarta, Senin (26/10/2020). BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca berupa potensi terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang dampak dari siklon tropis Molave hingga 27 Oktober 2020. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat melakukan antisipasi terkait peringatan dini atas potensi curah hujan lebat disertai kilat dan angin kencang. Sebab, kondisi cuaca ekstrem seperti ini dapat menimbulkan genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto mengatakan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geosifisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) untuk dampak banjir atau banjir bandang dalam 2 hari ini, yakni 28 - 29 Januari 2021.

"Kami mengimbau agar masyarakat dapat mengantisipasi dan menyiapkan segala sesuatunya untuk menjaga diri dari hujan angin," kata Sabdo dalam keterangan tertulis, Kamis (28/1/2021).

Selain itu, dia juga meminta agar para lurah dan camat daerah rawan banjir dan longsor dapat menyiagakan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye hingga Satgas banjir.

Masyarakat di Jakarta juga dapat menghubungi 112 apabila membutuhkan bantuan.

 

2 dari 3 halaman

Puncak Musim Hujan pada Januari-Februari

Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi Sepekan ke Depan
Perbesar
Awan mendung menggelayut di langit Jakarta, Kamis (1/2). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi curah hujan dari sedang hingga tinggi akan terjadi hingga 1 minggu ke depan. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, BMKG mencatat, 94 persen wilayah di Indonesia telah memasuki musim hujan. Deputi Bidang Meteorologi Guswanto mengungkap, Tanah Air mulai memasuki musim penghujan sejak Oktober 2020 dan diprakirakan mencapai puncaknya pada Januari dan Februari 2021.

"Terkait dengan puncak musim hujan, hal itu diprediksi terjadi pada Januari dan Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua," ujar Guswanto dalam keterangan tertulis BMKG, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Potensi cuaca ekstrem pun meningkat. Menurut analisis BMKG, lanjut dia, kondisi atmosfer tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, dia meminta kewaspadaan akan cuaca ekstrem harus ditingkatkan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓