Usut Kasus Dugaan Rasisme ke Natalius Pigai, Polri Terapkan Konsep Presisi Calon Kapolri

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 26 Jan 2021, 20:04 WIB
Diperbarui 26 Jan 2021, 20:04 WIB
FOTO: Komisi III DPR dan Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo Beri Keterangan Bersama
Perbesar
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan pers usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di Lobi Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Seluruh fraksi di Komisi III DPR setuju Listyo Sigit menjadi Kapolri. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, penyidik sudah mulai menerapkan konsep presisi yang merupakan singkatan dari prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan dalam kasus dugaan rasisme Ambroncius Nababan (AN) ke aktivis Papua Natalius Pigai.

Konsep tersebut merupakan arahan dari calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit yang akan dilantik besok.

"Setelah dilakukan analisa oleh Bareskrim Polri sekitar tanggal 24 Januari 2021. Bahwa akun rasisme tersebut ada di media sosial yaitu Facebook, yang atas namanya AN yang diduga mengunggah foto yang tidak pantas," jelas Argo soal kasus dugaan rasisme ke Natalius Pigai, Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Kedua, lanjut dia, responsibilitas. Penerapannya, yakni saat Bareskrim Polri memutuskan mengambil alih kasus itu dari Polda Papua dan Polda Papua Barat.

"Dengan analisis dilakukan Bareskrim, juga menghubungi Polda Papua Barat dan Polda Papua untuk melimpahkan laporan terkait," ungkap Argo.

Terakhir, adalah transparansi berkeadilan. Argo menyatakan, kasus terkait dapat dikawal oleh masyarakat karena ditindak secara transparan. Oleh karena itu, dia meminta untuk seluruh pihak mempercayakan penegakan hukum terhadap Polri dengan konsep presisi, termasuk kasus Natalius Pigai ini.

"Jangan membuat sesuatu yang nanti akan melanggar pidana. Percayakan bahwa kepolisian akan transparan dalam melakukan penyidikan kasus ini," Argo menandasi.

 

2 dari 3 halaman

Kasus Rasisme

Sebelumnya, seorang Kader Partai Hanura Ambroncius Nababan didgua melakukan ujaran bernada SARA atau rasisme terhadap aktivis Papua Natalius Pigai.

Saat dikonfirmasi, Ambroncius menegaskan, ujaran dilontarkan tidak bermaksud rasisme. Ucapannya itu terkait dengan persoalan pribadi.

"Saya yang unggah mengenai Natalius Pigai kasus vaksin sinovac, jadi berkembang isunya. Sebenarnya itu hanya untuk untuk pribadi, saya dengan pribadi Natalius," kata Ambroncius saat dikonfirmasi, Selasa (26/1/2021).

Perihal ujarannya menjadi terduga SARA, Ambroncius mengelak. Dia menyatakan tidak ada niatan untuk berbuat rasisme.

"Sekarang mulai berkembang saya melakukan perbuatan rasis, sebenarnya tidak ada, saya bukan rasis," tegas dia.

"Saya sebagai anak Papua, tidak akan mungkin saya melakukan rasis kepada suku Papua apalagi ke Natalius," lanjut Ambroncius.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓