Kemendikbud Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan

Oleh Yopi Makdori pada 22 Jan 2021, 08:48 WIB
Diperbarui 22 Jan 2021, 08:48 WIB
Berkolaborasi Menerjang Banjir dan Menyalurkan Bantuan untuk Korban Banjir Kalsel
Perbesar
Berkolaborasi Menerjang Banjir dan Menyalurkan Bantuan untuk Korban Banjir Kalsel. foto: istimewa

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menurunkan tim untuk memberikan bantuan kepada korban banjir di Kalimantan Selatan. Melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Selatan, Kemendikbud membantu para korban banjir dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Mengetahui informasi bencana banjir tersebut, rekan-rekan LPMP langsung turun ke lapangan lakukan koordinasi pendataan, dan kebutuhan bagi satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, serta siswa yang terkena dampak banjir tersebut,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbud, Hendarman dalam keterangan tulis yang dikutip pada Jumat (22/1/2021).

Kemendikbud juga pada Kamis kemarin (21/1/2021) telah mendistribusikan bantuan masker kain anak sebanyak 18.000 buah, school kit 800 paket jenjang PAUD – SMA, perlengkapan menggambar PAUD 100 paket, paket family kit untuk warga terdampak 9 box (Obat, selimut, sarung dan sembako). Selain itu juga terdapat bantuan atas kerja sama dengan UNICEF yakni tenda pembelajaran darurat 10 unit dan school kit 10 paket.

Berdasarkan data yang dihimpun LPMP Kalimantan Selatan, Hendarman menuturkan sekolah yang paling banyak mengalami kerusakan terdapat di Kabupaten Banjar yakni 300 TK/PAUD, 300 SD, 55 SMP, dan 4 SMA dan 1 SLB. Selanjutnya, di Kota Banjarmasin yakni 119 TK/PAUD, 146 SD, 24 SMP, 1 SMK, dan 2 SLB, serta Kabupaten Balangan yakni 20 TK/PAUD, 52 SD, dan 1 SMP.

Sementara itu, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah terdapat 62 bangunan sekolah yang mengalami kerusakan yaitu 55 SD, 6 SMP, dan 1 SLB. Di Kabupaten Barito Kuala terdapat 29 TK/PAUD, 23 SD, 7 SMP, dan 1 SMA sedangkan di Kabupaten Tanah Laut, TK/PAUD sebanyak 39, SD sebanyak 22 sekolah, 1 SMP dan 3 SMA, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, TK/PAUD sebanyak 33, 19 SD, dan 1 SLB.

Sisanya sekolah yang mengalami kerusakan terdapat di Kota Banjarbaru sebanyak 8 sekolah, di Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 15 sekolah dan di Kabupaten Tapin sebanyak 25 sekolah.

2 dari 3 halaman

Sekolah yang Rusak

Total sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir Kalimantan Selatan yakni TK/PAUD sebanyak 606 sekolah, SD sebanyak 661, SMP sebanyak 112, SMA sebanyak 25, SLB sebanyak 7 sekolah dan SMK sebanyak 1 sekolah.

Hendarman mengatakan, Kemendikbud juga telah mendirikan posko darurat (emergency) di sembilan kabupaten dan kota di sana, yakni di Kabupaten Tapin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Tabalong.

"Kondisi sekolah saat ini, selain tergenang oleh ketinggian air yang bervariatif dari 50 sentimeter hingga 2,5 meter yang mengakibatkan peralatan dan fasilitas sekolah mengalami kerusakan. Kabupaten Hulu Sungai Tengah sendiri merupakan kabupaten yang kondisi sekolahnya mengalami kerusakan parah di antaranya SDN Bulayak dengan kondisi sekolah hampir seluruh ruangan roboh, SDN 3 Haruyan Dayak dengan kondisi sekolah gedung ruang kelas, toilet dan ruang guru rusak total dan hancur tertimbun longsor," bebernya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓