Menhub Akan Gelar Tabur Bunga untuk Menghormati Korban Sriwijaya Air SJ 182

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 21 Jan 2021, 20:30 WIB
Diperbarui 21 Jan 2021, 20:30 WIB
Menhub Budi Karya dan Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono soal Sriwijaya Air
Perbesar
Menhub Budi Karya dan Kepala Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono saat konpers soal Sriwijaya Air SJ 182 bersama Jasa Raharja, Basarnas dan pihak terkait, Senin (11/1/2021). (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, akan menggelar tabur bunga sebagai penghormatan bagi korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Seremoni tersebut akan dilakukan pada pukul 06.00 WIB Jumat besok, 22 Januari 2021 di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Untuk menghormati para korban besok pagi pukul 06.00, dari sini (JICT 2 Tanjung Priok) berangkat dengan KRI Semarang, ke Pulau Lancang, Kepulauan Seribu dengan perwakilan 50 keluarga korban untuk melakukan tabur bunga," ujar Menhub Budi saat jumpa pers di JICT 2, Tanjung Priok, Kamis (21/1/2021).

Budi menjelaskan, seremoni tabur bunga dilakukan usai operasi SAR gabungan pencarian Sriwijaya Air SJ 182 selama 13 hari secara resmi dihentikan.

Operasi SAR gabungan tersebut pada awalnya dilakukan selama 7 hari pertama dan perpanjangan sebanyak 2 kali dengan masing-masing tiga hari.

Diketahui, Tim SAR gabungan dan Tim DVI Polri sudah berhasil mengidentifikasi 43 korban dari total 62 orang manifes yang terdata di pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Kami berharap keluarga korban mendapat ketabahan menghadapi cobaan ini, dan korban meninggal diberikan tempat di sisi-Nya," Budi menandasi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Operasi Pencarian SAR Sriwijaya Air SJ 182 Resmi Ditutup

Bersama Panglima TNI, Menhub Budi Karya Sampaikan Perkembangan Terakhir Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ 182
Perbesar
Menhub Budi Karya Sumadi memberikan keterangan kepada wartawan terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2020). Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 telah ditemukan oleh pihak TNI AL. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, hari ini secara resmi telah menghentikan pencarian dan penyelamatan atau SAR terhadap Sriwijaya Air SJ 182.

Adapun sudah dilakukan operasi pencarian Sriwijaya Air SJ 182 selama 13 hari. Dan sudah dilakukan perpanjangan.

"Basarnas telah melakukan operasi selama tujuh hari pertama dan melakukan perpanjangan dua kali tiga hari dan dengan berbagai pertimbangan, kami menutup operasi pencarian SAR hari ini," kata Budi Karya di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/1/2021).

Senada, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito menegaskan, keputusan penghentian Sriwijaya Air SJ 182 ini karena sudah melalui berbagai pertimbangan.

"Melalui pertimbangan teknis hasil temuan korban, dan efektivitas pertemuan dengan keluarga korban, dan masukan di lapangan, maka hari ini Kamis 21 Januari 2021 pada pukul 16.57 WIB, operasi SAR terhadap SH 182 di Kepulauan Seribu secara resmi ditutup atau penghentian," kata Bagus.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Infografis Pesawat Sriwijaya Air Jatuh. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Pesawat Sriwijaya Air Jatuh. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓