Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 Dihentikan, Menhub Alihkan ke KNKT

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 21 Jan 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 21 Jan 2021, 18:30 WIB
Bersama Panglima TNI, Menhub Budi Karya Sampaikan Perkembangan Terakhir Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ 182
Perbesar
Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2020). Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 telah ditemukan oleh pihak TNI AL. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan pertimbangan keputusan penghentian operasi pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Operasi pencarian Sriwijaya Air PK-CLC rute Jakarta-Pontianak itu resmi berakhir pada Kamis sore (21/1/2021) pada pukul 16.57 WIB. 

Menurut Budi, keputusan ini diambil usai berkordinasi dengan seluruh pihak, mulai dari tim SAR gabungan dan perwakilan keluarga korban.

Namun demikian, Budi tetap bekomitmen untuk terus melakukan pencarian dengan mengalihkan leading sector ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kami tetap berkomitmen dan mengalihkannya kepada KNKT untuk melakukan operasi lanjutan dengan hombase di Pulau Lancang, tujuan utamanya untuk menemukan CVR agar analisa KNKT paripurna," kata Budi saat jumpa pers di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/1/2021).

 

2 dari 4 halaman

43 Korban Teridentifikasi

FOTO: Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Terus Dilakukan pada Malam Hari
Perbesar
Tim DVI Polri membawa kantong jenazah berisi bagian tubuh korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 dilakukan dengan mengerahkan kapal-kapal yang dilengkapi peralatan bawah laut. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Budi mengungkap, sepanjang operasi pencarian dan pertolongan selama 13 hari, tim SAR gabungan dan tim DVI Polri sudah bekerja keras untuk menemukan bagian tubuh korban dan potongan pesawat.

Sehingga dari total 62 orang manifes yang terdata di pesawat, hingga sore ini sudah 43 jiwa yang telah teridentifikasi.

"Kami berharap keluarga korban mendapat ketabahan menghadapi cobaan ini, dan korban meninggal diberikan tempat di sisi-Nya," kata Budi Karya menandasi.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dilaporkan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pukul 14.36 WIB, Sabtu sore, 9 Januari 2021 lalu.

Pesawat rute Jakarta-Pontianak itu kemudian dilaporkan jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu atau sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Pesawat SJ 182 rute Jakarta-Pontianak ini mengangkut 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang (40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi), serta 12 kru (6 aktif dan 6 ekstra). 

3 dari 4 halaman

Infografis Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Infografis Pesawat Sriwijaya Air Jatuh. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Pesawat Sriwijaya Air Jatuh. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓