BNPB: 185 Bencana Terjadi di Indonesia Sepanjang 1-21 Januari 2021

Oleh Liputan6.com pada 21 Jan 2021, 12:56 WIB
Diperbarui 21 Jan 2021, 12:59 WIB
Jokowi meninjau banjir di Kalimantan Selatan
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau banjir Kalimantan Selatan (Kalsel) dari atas jembatan Pakauman yang dilintasi Sungai Martapura, Kabupaten Banjar. (Dok Setpres)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, 185 bencana terjadi sepanjang 1 hingga 21 Januari 2021. Dari ratusan kejadian tersebut, bencana hidrometeorologi mendominasi.

"Bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung mendominasi kejadian bencana," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Kamis (21/1/2021).

Raditya merinci, ada 127 bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, sedangkan tanah longsor 30, dan puting beliung 21. Kejadian bencana lain yang tercatat yaitu gelombang pasang 5 kejadian dan gempa bumi 2.

"Dari sejumlah kejadian, meskipun banjir paling sering terjadi, gempa bumi paling banyak mengakibatkan korban jiwa hingga kini," ucap dia.

Korban meninggal akibat gempa bumi tercatat 91 jiwa, tanah longsor 41, dan banjir 34. Sedangkan korban hilang akibat banjir 8 dan gempa 3.

Gempa bumi juga mengakibatkan banyak korban luka. BNPB mencatat korban luka-luka akibat gempa bumi sebanyak 1.172 jiwa, tanah longsor 26, puting beliung 7 dan banjir 5.

Evakuasi Korban Gempa Mamuju Tetap Dilanjutkan
Perbesar
Warga memeriksa reruntuhan bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (16/1/2021). Jalan dan jembatan yang rusak, pemadaman listrik, dan kurangnya alat berat menghambat evakuasi setelah gempa bermagnitudo 6,2 SR yang melanda Majene- Mamuju. (AP Photo/Yusuf Wahil)
2 dari 3 halaman

Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Adapun total rumah rusak akibat bencana mencapai 1.896 unit dengan tingkat kerusakan yang berbeda. Data BNPB, terdapat 147 unit rumah rusak berat, 63 rumah rusak sedang, dan 1.686 rumah rusak ringan.

"Dari rumah rusak, jumlah kerusakan akibat gempa bumi, khususnya yang terjadi di Sulawesi Barat, masih dalam proses pendataan di lapangan. Dari kategori rusak berat, tanah longsor masih menyebabkan kerusakan paling tinggi yaitu 45 unit, disusul gelombang pasang atau abrasi 40, banjir 38 dan puting beliung 24," jelasnya.

Selain itu, bencana juga mengakibatkan kerusakan fasilitas publik. Dari sejumlah kejadian bencana, kerusakan pada fasilitas penduduk berjumlah 18 unit, rumah ibadah 15, kesehatan 3, kantor 2, dan jembatan 25. Sementara kerusakan fasilitas publik akibat gempa masih dalam pendataan.

 

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓