Basarnas Cek Viral Tanda SOS di Pulau Laki, Ini Hasilnya

Oleh Ady Anugrahadi pada 20 Jan 2021, 19:21 WIB
Diperbarui 20 Jan 2021, 19:21 WIB
Operasi Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Selama 3 Hari
Perbesar
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito bersama jajaran memberikan keterangan status operasi SAR di Posko JICT II Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (15/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu Sabtu (9/1) petang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merespons cepat kabar viral terkait tangkapan layar aplikasi Google Maps yang menampilkan ikon SOS di Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Tim SAR gabungan pun mengecek ke lokasi.

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman memastikan, tidak ada temuan apapun yang berkaitan dengan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di titik Pulau Laki tersebut.

"Saya sudah konfirmasi sama anggota (di lapangan) tidak menemukan sesuatu," kata Rasman di Posko Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara, Rabu (20/1/2021).

Rasman mengungkapkan, pihaknya memperoleh informasi terkait aktivitas nelayan di Pulau Laki.

Berdasarkan keterangan yang diterima, nelayan menjadikan pulau tak berpenghuni itu sebagai tempat berteduh ketika berlayar di Kepulauan Seribu.

"Biasanya kalau cuaca kurang baik nelayan akan berlindung di situ. Perahunya dinaikkan. Mungkin ya dia main handphone atau segala macem, ya bisa saja. Tapi kalau berkaitan dengan Sriwijaya tidak ditemukan," ucap dia.

2 dari 3 halaman

Hebohkan Medsos

20170102- Tim Gabungan Basarnas Cari 17 Korban Hilang Kapal Zahro Expres Terbakar-Jakarta- Faizal Fanani
Perbesar
Sejumlah tim Basarnas, Polair, TNI AL menyisir untuk mencari korban hilang dalam tragedi KM Zahro Expres yang terbakar di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (2/1). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya diberitakan, media sosial dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar aplikasi google maps yang menampilkan ikon SOS di Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Basarnas menyatakan akan menyisir ke titik tersebut.

"Nanti kita akan cek sesuai dengan informasi yang diberikan tadi," kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara, Rabu (20/1/2021).

Ketika disinggung kemungkinan tanda SOS diberikan oleh korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak, Rasman mengatakan, pihaknya tak ingin berandai-andai sebelum melakukan pengecekan.

Meski, sampai saat ini tidak ada keterangan yang menyatakan bahwa ada penumpang selamat pascakecelakaan pesawat pada Sabtu 9 Januari 2021.

"Jadi untuk tanda SOS tadi kita coba dalami nanti ya. Saya tidak mau berspekulasi apa yang ada di situ," ujar Rasman. 

Rasman menduga, tanda SOS berasal dari tim SAR yang mendirikan posko di sekitaran kepulauan Seribu. Dia memaparkan, tim penyelam ada yang membuat posko di Pulau Lancang, Pulau Laki, dan Tanjung Kait.

Salah satu tujuannya untuk memudahkan dalam melakukan pencarian korban maupun puing pesawat. "Tapi bisa saja itu juga ada teman-teman kita yang ada di situ. Tapi saya tidak mau berspekulasi. nanti kita akan cek," tandas Rasman. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓