3 Pernyataan Menag Terkait Pemberangkatan Haji 2021 di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Maria Flora pada 19 Jan 2021, 20:14 WIB
Diperbarui 19 Jan 2021, 20:21 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas bertemu Dubes Arab Saudi Esam Abid Althagafi  di Kantor Kementerian Agama, Jakarta
Perbesar
Menag Yaqut Cholil Qoumas bertemu Dubes Arab Saudi Esam Abid Althagafi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. (Foto: Kemenag)

Liputan6.com, Jakarta - Kerinduan jemaah haji di Tanah Air untuk bisa menunaikan rukun Islam yang kelima ke Tanah Suci, kemungkinan akan kembali tertunda.

Hal ini setelah Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, bahwa Pemerintah Arab Saudi belum bisa memberi kepastian kapan para jemaah bisa kembali menunaikan ibadah haji di tahun 2021.

"Sampai dengan saat ini kepastian ada tidaknya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 belum dapat diperoleh," ujar Menag Yaqut dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (19/1/2021).

Menurut Yaqut, hal ini seiring upaya dari pemerintah Arab Saudi dalam penanganan Covid-19 di negaranya. Meski begitu dia memperkiraan pemberangkatan kloter pertama ibadah haji akan dimulai pada 15 Juni 2021. 

Berikut sejumlah hal pernyataan Menag terkait pemberangkatan haji 2021 di tengah pandemi Covid-19: 

2 dari 5 halaman

Pemerintah Arab Saudi Belum Beri Kepastian

Masjidil Haram
Perbesar
Ribuan jemaah melakukan tawaf dan memadati sekitar Kakbah di Masjidil Haram, kota suci Makkah, Arab Saudi pada Rabu (7/8/2019). Kondisi Masjidil Haram menjelang puncak ibadah haji kian dipadati jemaah dari berbagai negara. (Photo by FETHI BELAID / AFP)

Kementerian Agama sudah melakukan koordinasi dengan Duta Besar Arab Saudi untuk RI, serta koordinasi dengan otoritas terkait haji di pemerintah Arab Saudi.

Hasil pertemuan disebutkan belum ada kepastian penyelenggaraan haji tahun 2021.

Yaqut mengatakan, Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi masih fokus penanganan Covid-19 dan memantau penanganan pandemi di negara calon penerima haji.

3 dari 5 halaman

Skenario Pemberangkatan Haji

Apabila nantinya haji terlaksana, Yaqut memperkirakan pemberangkatan kloter pertama ibadah haji 2021 pada 15 Juni.

"Kalender Hijriah dan berdasarkan asumsi normal, perkiraan jadwal pemberangkatan jemaah haji tahun 1442 Hijriah, 2021 Masehi, di kloter pertama, akan diberangkatkan pada tanggal 4 zulkaidah atau tanggal 15 Juni 2021," ucapnya.

Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan skenario pemberangkatan ibadah haji 2021 di tengah pandemi.

"Skenario penyelenggaraan ibadah haji. Mengingat saat ini wabah Covid-19, Kemenag membentuk tim manajemen krisis haji. Tadi pagi saya resmikan dalam rangka mempersiapkan rencana mitigasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021," ujarnya. 

4 dari 5 halaman

Kemenag Persiapkan 3 Opsi

Yaqut mengatakan saat ini Kementerian Agama telah membentuk tim manajemen haji untuk mempersiapkan mitigasi penyelenggaraan haji 2021. Kemenag mempersiapkan tiga opsi.

"Pertama kuota penuh, kedua kuota terbatas, ketiga tidak memberangkatkan jemaah haji," kata Yaqut.

Kemenag sendiri melakukan persiapan dengan asumsi opsi kuota penuh. Yaqut mengatakan, jemaah haji yang akan diberangkatkan pada haji 2021 adalah kuota yang berhak berangkat pada tahun 2020 lalu.

"Jemaah haji yang diberangkatkan dalam penyelengaraan haji 2021, jemaah haji yang berhak berangkat tahun 2020 yang telah melunasih bipih maupun yang belum sempat melunasi bipih serta tidak melakukan pembatalan haji," jelasnya.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓