Jokowi Minta Gedung Pemerintah yang Roboh Akibat Gempa Sulbar Segera Dibangun

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 19 Jan 2021, 15:02 WIB
Diperbarui 19 Jan 2021, 15:02 WIB
Jokowi meninjau banjir di Kalimantan Selatan
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau banjir Kalimantan Selatan (Kalsel) dari atas jembatan Pakauman yang dilintasi Sungai Martapura, Kabupaten Banjar. (Dok Setpres)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah melihat langsung akibat gempa di Mamuju, dan Majene Sulawesi Barat, yang salah satunya membuat hancur kantor Gubernur di sana.

Karena itu, dia meminta untuk gedung pemerintah yang roboh segera diaudit dan dilaporkan ke pemerintah pusat agar bisa dibangun kembali.

"Saya sudah sampaikan ke gubernur untuk gedung pemerintah yang roboh setelah diaudit nanti segera lapor ke pemerintah pusat akan bangun kembali," kata Jokowi saat jumpa pers di lokasi terdampak gempa, Selasa (19/1/2021).

Didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Jokowi meninjau bangunan yang hancur akibat gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene pada Jumat (15/1) lalu.

Di lokasi tersebut, tampak hampir seluruh bagian bangunan hancur luluh lantak. Sejumlah alat berat dan truk juga masih tampak disiagakan di lokasi untuk membersihkan dan mengangkut puing-puing reruntuhan bangunan.

 

2 dari 3 halaman

19.435 Orang Mengungsi

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengungkap jumlah warga yang mengungsi usai gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat mencapai 19.435 orang.

Menurut Raditya, data tersebut berdasarkan laporan yang masuk hingga pukul 08.00 WIB, hari ini, Senin (18/1/2021).

"Pusat Pengendali Operasi BNPB melaporkan sebanyak 19.435 orang mengungsi pascagempa M 6,2," ujar Raditya melalui keterangan tertulis, Senin (18/1/2021).

Dia menjabarkan, dari 19.435 pengungsi akibat gempa itu, tercatat 15.014 orang di antaranya berada di Kabupaten Mamuju dan lainnya di Kabupaten Majane.

"Titik pengungsian di Kabupaten Majene sebanyak 25 titik yang tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, dan Desa Mekata," ucap Raditya.

Kemudian, lanjut dia, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua yang masih dalam proses pendataan. Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat lima titik pengungsian yang tersebar di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

Raditya juga melaporkan sebanyak 253 warga mengalami luka berat akibat gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju. Rinciannya sebanyak 64 orang mengalami luka berat di Kabupaten Majene dan 189 orang di Kabupaten Mamuju. Sedangkan korban dengan luka ringan di kedua wilayah tersebut tercatat sebanyak 679 orang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓