Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 Terkendala Gelombang Tinggi

Oleh Ady Anugrahadi pada 19 Jan 2021, 10:35 WIB
Diperbarui 19 Jan 2021, 10:36 WIB
FOTO: Operasi Pencarian dan Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Kembali Diperpanjang
Perbesar
Petugas membawa kantong jenazah di JICT II Tanjung Priok, Jakarta, Senin (18/1/2021). Kepala Basarnas Marsyda (Purn) Bagus Puruhitno menyatakan, operasi SAR gabungan pencarian dan pengevakuasian Sriwijaya Air SJ 182 diperpanjang tiga hari. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Operasi SAR untuk menemukan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu 9 Januari 2021, berlanjut.

Memasuki hari ke-11 pada Selasa (19/1/2020), Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman menyebut, tim gabungan khususnya penyelam mengalami kendala akibat cuaca buruk.

Rasman mengatakan, situasi di sekitaran perairan Kepulauan Seribu diterpa anging kencang. Akibatnya, gelombang tinggi pun muncul.

"Hari ini kondisi cuaca sangat tidak bersahabat. Sangat tidak menguntungkan untuk dilakukan penyelaman. Data terakhir yang saya terima di lapangan, tinggi gelombang 1,5 meter sampai 2,5 meter dengan kecepatan angin sekitar 31 knot," kata dia di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara, Selasa (19/1/2021).

Rasman mengatakan, gelombang tinggi dengan angin yang kencang mengancam keselamatan tim penyelam yang ditugaskan untuk melakukan pencarian pesawat Sriwijaya Air di bawah laut.

"Artinya ini sangat riskan apabila dilaksanakan penyelaman. Karena berbahaya bagi rekan-rekan kita. Oleh karena itu sampai saat ini belum ada yang turun, masih ada di kapal. Kapal pun juga sekarang berlindung di belakang pulau. Supaya tidak terombang ambing oleh gelombang yang cukup tinggi," ucap dia.

Rasman mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan cuaca untuk memulai pencarian puing maupun korban pesawat Sriwijaya Air. 

"Mudah-mudahan cuacanya mendukung, tidak terlalu lama kondisi seperti ini sehigga rekan-rekan kita bisa turun ke lapangan," ucap dia.

Area Pencarian Dipersempit

FOTO: Operasi Pencarian dan Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Kembali Diperpanjang
Perbesar
Petugas membawa serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di JICT II Tanjung Priok, Jakarta, Senin (18/1/2021). Kepala Basarnas Marsyda (Purn) Bagus Puruhitno menyatakan, operasi SAR gabungan pencarian dan pengevakuasian Sriwijaya Air SJ 182 diperpanjang tiga hari. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Rasman menerangkan, secara umum operasi SAR pada hari ke-11 tidak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Hanya saja, karena objek yang dicari semakin sedikit, area pencarian pun dipersempit.

"Kita lebih fokus kepada sektor yang selama ini kita bisa mendapatkan banyak objek-objek pencarian. Jadi kita tidak lagi menyebarkan terlalu jauh. Kita lebih fokus ke situ," ucap dia.

Rasman menerangkan, operasi SAR kali ini dibagi menjadi empat sektor dengan luas masing-masing sektor kurang lebih sekitar 15 sampai 30 meter. Rasman mengatakan, tim SAR gabungan tetap memantau obyek-obyek yang mengapung di atas permukaan laut.

"Nanti di situ penyelam akan mencari objek-objek," ujar dia.

Rasman menyebut, jumlah penyelam yang dilibatkan dalam operasi SAR hari ini sekitar 300 personel. Sementara itu, terkait kapal yang diturunkan untuk melakukan pencarian Sriwijaya Air mencapai 60 unit. Ditambah lagi, 21 unit alutsista seperti sea raider, jetski, RIB, dan perahu karet.

"Kemudian kapal yang punya kemampuan deteksi bawah air kita masih punya tiga," ucap dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓