Kabasarnas: Korban Meninggal Akibat Gempa Sulbar Sebanyak 78 Orang

Oleh Yopi Makdori pada 17 Jan 2021, 23:30 WIB
Diperbarui 17 Jan 2021, 23:30 WIB
Basarnas masih mencari dan mengevakuasi korban gempa di Mamuju dan Majene, Sulbar. (Foto: Liputan6.com/Abdul Rajab Umar)
Perbesar
Basarnas masih mencari dan mengevakuasi korban gempa di Mamuju dan Majene, Sulbar. (Foto: Liputan6.com/Abdul Rajab Umar)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito mengatakan korban meninggal gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat sudah sebanyak 78 orang.

Jumlah ini lebih banyak 5 orang jika dibandingan data (BNPB) per 17 Januari 2021 pukul 15.00 WIB, yakni sebanyak 73 orang.

"Korban yang meninggal dunia adalah 78 orang," kata Bagus di Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Jakarta Utara, Minggu (17/1/2021).

Adapun dia merinci korban yang meninggal akibat gempa di Mamuju sebanyak 67 orang. Dan Majene sebanyak 11 orang.

"Dari Mamuju 67 orang, Kabupaten Majene 11 orang," jelas Bagus.

Dia pun menyebut, warga yang mengungsi akibat gempa di Mamuju dan Majene sebanyak 20 ribu orang. "Pengungsi di Mamuju dan Majene di dua tempat itu lebih dari 20 ribu orang," kata Bagus.

 

2 dari 3 halaman

Basarnas Sudah Turun Membantu

Bagus menuturkan, timnya telah dikirimkan ke lokasi bencana dari kota di sekitarnya.

Basarnas, kata dia juga mengirimkan alat-alat ekstrikasi atau peralatan khusus yang diperuntukkan guna mengevakuasi korban bencana.

"Basarnas sendiri mengirimkan alat-alat ekstrikasi untuk melaksanakan pencarian korban memotong bangunan dan besi-besi yang ada di bangunan itu sendiri sebanyak 17 set," kata Bagus.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓