PDIP Tegaskan Komitmen Membantu Korban Sriwijaya Air, Bencana Sulbar hingga Kalimantan

Oleh Liputan6.com pada 16 Jan 2021, 14:16 WIB
Diperbarui 16 Jan 2021, 14:26 WIB
FOTO: Puing Pesawat, Pakaian, dan Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air SJ 182 Dievakuasi
Perbesar
Tim SAR mengevakuasi kantong jenazah berisi puing, pakaian, dan bagian tubuh manusia pascajatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/1/2021). Temuan tersebut akan dibawa dan dikumpulkan ke Pelabuhan JICT II. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - PDI Perjuangan melakukan doa bersama di lokasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (16/1). Doa bersama untuk 62 penumpang dan awak Sriwijaya air ini diwakili Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Sadarestuwati.

Sadarestuwati hadir bersama jajaran Basarnas dan Kementerian Perhubungan dengan menumpang KM Trisula. Seperti Sesditjen Perhubungan Laut Andi Hartono, Deputi Bina Tenaga dan Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Basarnas Haris Achadi.

Di lokasi, Sadarestuwati menaiki boat kecil untuk mengelilingi area kejadian. Lalu berpindah ke kapal Basarnas yang telah lebih dulu berada di lokasi. Tempat doa bersama dilakukan selama 3 menit dipimpin Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo.

Sadarestuwati juga mendapatkan informasi dari Kepala On Scene Commander (OSC) Kapal Wisnu Hendra Sudirman tentang apa saja yang sudah dikerjakan tim penyelamatan sejak hari pertama. Ia pun mengapresiasi kinerja aparat, yang telah bekerja tanpa lelah sejak hari pertama tragedi kecelakaan itu.

"Kami memberikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman semuanya khususnya tim rescue, juga dari Kementerian Perhubungan, dari Basarnas, BMKG dan semua yang terlibat, termasuk TNI Polri yang sudah berhari-hari harus berada di tengah laut untuk melakukan pencarian ini," kata Sadarestuwati dikutip dari keterangan pers, Sabtu (16/1/2021).

"Melihat kerja dari teman-teman di lapangan, jujur saya apresiasi, koordinasi yang baik, kerjasama yang baik sehingga berjalan dengan lancar," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Kerja Kemanusiaan

Sadarestuwati mengatakan, sebagai kader PDIP mengikuti instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk memberikan dukungan. Langkah itu dilakukan sejak awal melalui posko bantuan Baguna.

"Ketua Umum Ibu Megawati sejak awal meminta kami sesegera mungkin untuk ikut ambil bagian di dalam kegiatan yang dilaksanakan Basarnas dan BMKG. Kerjanya bisa langsung karena PDI Perjuangan memang memiliki MOU dengan BMKG dan juga Basarnas dan BNPB," ujar Sadarestuwati.

"Kami di Baguna tegak lurus dengan perintah partai untuk terus bekerja. Kalau Ibu Megawatu menyampaikan, Baguna ini selalu berada di tengah rakyat, menangis dan tertawa bersama rakyat. Ini adalah kerja kemanusiaan yang Insya Allah terus kami lakukan," tambahnya.

Selain posko untuk tragedi Sriwijaya Air, Sadarestuwati mengatakan Baguna juga sudah menurunkan tim penyelamatan dan kesehatan ke Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah yang baru saja mengalami bencana.

"Selain itu kami juga membawa berbagai bantuan ke lokasi dan mendirikan dapur umum juga di sana. Juga berbagai bantuan untuk kejadian longsor di Sumedang. Insya Allah teman-teman yang di Kalsel juga melakukan kegiatan yang sama untuk membantu korban banjir di sana," pungkas Sadarestuwati.

Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓