Panglima TNI dan Kabasarnas Tinjau Lokasi Gempa di Sulbar Sabtu 16 Januari

Oleh Muhammad Ali pada 16 Jan 2021, 05:23 WIB
Diperbarui 16 Jan 2021, 05:23 WIB
FOTO: Gempa Majene Robohkan Rumah dan Bangunan di Mamuju
Perbesar
Tim penyelamat mencari korban yang terperangkap dalam sebuah bangunan runtuh di Mamuju, Sulawesi Barat, Indonesia, Jumat (15/1/2021). Gempa dirasakan sejumlah daerah seperti Polman, Mamuju, Mamuju Tengah, Pasangkayu, dan daerah di Sulawesi Selatan. (HANDOUT/NATIONAL SEARCH AND RESCUE AGENCY/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito dijadwalkan meninjau lokasi gempa di Sulawesi Barat.

"Besok (hari ini), Insya Allah Kabasarnas dan Panglima TNI akan menuju ke Mamuju, Sulbar," kata Kepala Seksi Sumber Daya Basarnas Mamuju, Sulbar, Arianto Ardi, saat dihubungi dari Makassar, Jumat (15/1/2021).

Informasi kedatangan dua pimpinan pejabat negara tersebut sudah diterima. Sehingga persiapan telah dilaksanakan sembari pencarian dan evakuasi terhadap korban gempa tetap dilanjutkan. "Tetap dilanjutkan pencarian dan evakuasi korban besok," ujarnya.

Dari proses evakuasi terhadap dampak gempa di Kota Mamuju, tim masih melaksanakan upaya penyelamatan di beberapa titik reruntuhan. Ia menyebut, sejumlah korban berhasil dievakuasi baik yang selamat maupun korban yang meninggal dunia di wilayah Kota Mamuju.

"Di jalan Monginsidi sebanyak delapan orang, tiga orang selamat, lima orang meninggal. Kemudian di jalan KS Tubun satu orang dalam keadaan meninggal dunia," ungkapnya.

 

2 dari 3 halaman

Kendala Evakuasi

Selanjutnya, di jalan Ahmad Tiram, ditemukan dua korban di dalam reruntuhan dan berhasil dievakuasi, satu orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Seluruh korban yang berhasil ditemukan langsung dievakuasi di Rumah Sakit di Kota Mamuju. Bagi yang selamat mendapat perawatan. Begitupun meninggal dunia, jenazahnya diambil keluarganya.

Mengenai kendala pencarian dan evakuasi korban yang didapatkan, kata dia, karena struktur beton yang sangat besar sehingga menyulitkan tim.

"Peralatan juga sangat terbatas karena banyaknya titik evakuasi. Kondisi cuaca tidak menjadi kendala, sebab sudah hujan, namun tetap kita upayakan terus pencarian," ujarnya yang dikutip dari Antara.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓