Jokowi Minta Cepat Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Kalsel

Oleh Lizsa Egeham pada 15 Jan 2021, 20:14 WIB
Diperbarui 15 Jan 2021, 20:14 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Terima Vaksin COVID-19 Pertama
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers usai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 perdana pada Rabu, 13 Januari 2021. (Dok Humas Sekretariat Kabinet)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jajarannya untuk segera mengirimkan bantuan untuk penanganan banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dia pun sudah meminta laporan kepada Gubernur Kalsel terkait hal ini.

"Saya juga telah memerintahkan Kepala BNPB, telah memerintahkan juga Panglima TNI dan Kapolri untuk secepat-cepatnya mengirim bantuan. Terutama yang berkaitan dengan perahu karet yang sangat dibutuhkan penanganan bencana banjir di Kalimantan Selatan," kata Jokowi melalui Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (15/1/2021).

Dia juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari bencana alam, baik banjir maupun tanah longsor. Pasalnya, terjadi peningkatan curah hujan yang ekstrem pada bulan-bulan kedepan.

"Bulan-bulan ini terjadi peningkatan curah hujan yang cukup ekstrem, dan perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG," ungkap Jokowi.

Dia menegaskan, akan terus memantau perkembangan bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Mulai dari, tanah longsor di Kabupaten Sumedang Jawa Barat, gempa di Majene Sulawesi Barat, dan banjir di Kalimantan Selatan.

"Kita ingin, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat selalu hadir di tengah masyarakat dalam keadaan bencana ini," kata Jokowi.

 

Gubernur Kalsel Tetapkan Status Tanggap Darurat

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Nur meningkatkan status dari siaga darurat ke status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang pasang. Status ini ditingkatkan setelah melihat hasil laporan dari 13 kabupaten dan kota se-Kalsel.

Peningkatan status ini tertuang dalam surat pernyataan yang ditandangani Sahbirin pada tanggal 14 Januari 2021. Menurut Sahbirin, berdasarkan laporan dari kabupaten dan kota, bencana-bencana tersebut kini memiliki resiko tinggi.

"Dikhawatirkan akan terdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat di 13 kabupaten dan kota tersebut," kata Sahbirin dalam surat pernyatannya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓