BMKG: Gempa Jumat 15 Januari 2021 Guncang Wilayah Majene Sulbar dan Sinabang Aceh

Oleh Maria Flora pada 15 Jan 2021, 19:20 WIB
Diperbarui 15 Jan 2021, 20:57 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi
Perbesar
Ilustrasi Gempa Bumi (Liputan6.com/Sangaji)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi kembali menggoyang wilayah Indonesia, hari ini Jumat (15/1/2021). Dikutip dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pukul 19.30 WIB, tercatat gempa terjadi dua kali.

Gempa pertama di wilayah Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), sedangkan lindu kedua di Pulau Sinabang, Aceh.

Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,2 di Majene terjadi pada pukul 01:28:17 WIB. Meski tak berpotensi tsunami, guncangannya dirasakan kuat hingga Majene dalam skala IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity) Palu III MMI, dan Makassar II MMI.

Akibat gempa tersebut banyak bangunan yang luluhlantak. Bahkan tak sedikit pula korban jiwa yang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan. 

Dari laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 14.00 WIB, jumlah meninggal bertambah 34 jiwa. Dengan rincian 26 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majene.

Ada pun lokasi gempa terletak pada koordinat 2,98 Lintang Selatan (LS) dan 118,94 Bujur Timur (BT). Atau lebih tepatnya di 6 km timur laut Majene.

Sedangkan lindu berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer. 

2 dari 4 halaman

Gempa Sinabang Aceh

Ilustrasi gempa bumi
Perbesar
Ilustrasi gempa bumi (Photo: AFP/Frederick Florin)

Sementara itu, gempa yang terjadi Sinabang, Aceh terjadi pada pukul 18:28:26 WIB. BMKG melaporkan lindu bermagnitudo 4,7.

Saat gempa terjadi, guncangannya dirasakan hingga Sinabang dalam skala II-III MMI. Sementara itu, berdasarkan laman resmi Twitter BMKG, belum ada informasi terkait potensi tsunami yang ditimbulkan.

Ada pun lokasi gempa terletak pada koordinat titik 2,03 LU dan 96,31 BT. Atau lebih tepatnya di 49 km barat daya Sinabang. 

BMKG juga mengungkap gempa berpusat di laut dengan kedalaman 10 kilometer.

3 dari 4 halaman

Antisipasi Gempa Bumi

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa Bumi:

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa Bumi:

- Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓