Program Vaksinasi Dimulai, PKS: Vaksin Merah Putih Harus Segera Ada

Oleh Delvira Hutabarat pada 13 Jan 2021, 08:44 WIB
Diperbarui 13 Jan 2021, 08:45 WIB
Pemkot Depok Gelar Simulasi Vaksin COVID-19
Perbesar
Petugas kesehatan menyuntik pasien saat simulasi vaksin COVID-19 di Puskesmas Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2020). Pemkot Depok menggelar simulasi vaksin COVID-19 dalam rangka persiapan vaksinasi yang rencananya akan dilaksanakan bulan November 2020. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Program vaksinasi Covid-19 mulai dilaksanakan Rabu (13/1/2021). Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan jumlah vaksin Covid-19 yang sangat besar, pemerintah harus mengebut pembuatan vaksin Merah Putih.

"Kata Pak Menkes dibutuhkan kurang lebih sebanyak 468,8 juta dosis vaksin yang diperuntukkan bagi 181,5 juta jiwa. Jika satu dosis seharga 150 ribu rupiah, berarti butuh 70 triliun untuk impor vaksin. Virus Merah Putih perlu segera diwujudkan, anggaran triliunan jika diputar di dalam negeri akan mendorong kebangkitan ekonomi nasional," kata dia Rabu (13/1/2021).

Dia pun mengingatkan, jangan sampai melupakan fakta vaksin Covid-19 saja tidak mampu melawan pandemi.

"Optimisme yang muncul dengan mulainya program vaksinasi ini jangan sampai sebatas jadi euforia yang dikhawatirkan malah akan membuat terlena karena seakan-akan semua akan selesai dengan vaksin," ucap dia. 

Sukamta menambahkan, banyak ahli epidemiologi mengingatkan agar pemerintah tidak hanya andalkan vaksin Covid-19.

"Memperkuat pelacakan dan pengetesan (3T) serta kedisiplinan masyarakat melakukan prokes menjadi kunci keberhasilan penangangan penyebaran virus, selain vaksinasi," tandas Sukamta.

2 dari 3 halaman

Jokowi Akan Disuntik Vaksin

Pabrik Vaksin COVID-19 Sinovac di Beijing
Perbesar
Seorang pekerja berada di dalam laboratorium di pabrik vaksin SinoVac di Beijing, Kamis (24/9/2020). Perusahaan farmasi China, Sinovac mengatakan vaksin virus corona yang dikembangkannya akan siap didistribusikan ke seluruh dunia, termasuk AS, pada awal 2021. (AP Photo/Ng Han Guan)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari ini, Rabu (13/1/2021). Jokowi akan disuntik oleh Tim Dokter Kepresidenan pada pukul 10.00 WIB.

"(Rabu) pagi jam 10, dari dokter kepresidenan," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono kepada wartawan, Selasa malam (12/1/2021).

Dia memastikan, proses penyuntikan vaksin Covid-19 kepada Jokowi akan disiarkan secara langsung di media massa sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat. Sebelum divaksin, Jokowi disarankan untuk sarapan dan tidur yang cukup.

"Semua yang divaksin cukup tidur dan disarankan sarapan lebih dahulu," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, program vaksinasi Covid-19 akan dimulai Rabu, 13 Januari 2021. Presiden Jokowi akan menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima vaksin Covid-19.

"Insyaallah, bapak/ibu, kita akan mulai vaksinasi Covid-19 pada hari Rabu, 13 Januari 2021 dan akan dimulai (divaksin pertama) oleh Bapak Presiden," tutur Budi usai rapat di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 11 Januari 2021.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓