Kepala Basarnas Tinjau Kesiapan Posko Sriwijaya Air SJ-182 di Tanjung Priok

Oleh Nanda Perdana Putra pada 09 Jan 2021, 22:05 WIB
Diperbarui 09 Jan 2021, 22:16 WIB
Kepala Basarnas Bagus Puruhito saat meninjau kesiapan peralatan Kantor SAR Kendari, Rabu (10/7/2019).(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)
Perbesar
Kepala Basarnas Bagus Puruhito saat meninjau kesiapan peralatan Kantor SAR Kendari, Rabu (10/7/2019).(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Liputan6.com, Jakarta - Basarnas bersama pihak terkait lainnya membuka posko kemanusiaan di JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, terkait peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tujuan Jakarta-Pontianak.

Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito menyampaikan, dia malam ini akan meninjau langsung kesiapan posko tersebut.

"Saya malam ini ke JICT meninjau kesiapan posko," tutur Bagus di Kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Sabtu (9/1/2021) malam.

Tidak banyak yang disampaikannya terkait persiapan posko tersebut. Yang pasti, malam ini Basarnas akan mulai melakukan pencarian titik lokasi jatuhnya pesawat terlebih dahulu.

Sementara Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Bambang Suryohadi mengatakan, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

"Malam ini konsen kita adalah mencari titik lokasi di mana tepatnya pesawat itu dimungkinkan jatuh dengan harapan malam ini mendapatkan lokasi yang pasti," kata Suryo.

Dengan begitu, Basarnas berharap dapat melakukan pencarian dan pendalaman korban jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan SJ-182 itu. Adapun diperkirakan kedalaman di Pulau Lancang dan Pulau Laki sekitar 20 sampai 23 meter.

"Kita belum tahu pasti di mana lokasinya," ucapnya.

Menurut Suryo, Basarnas menerima informasi hilang kontak pesawat Sriwijaya Air sekitar pukul 14.55 WIB. Basarnas pun segera mengirimkan tim ke titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat.

"Beberapa informasi di lapangan bahwa ditemukan beberapa serpihan-serpihan dari yang dicurigai, kita masih belum memastikan bahwa itu adalah bagian dari pesawat Sriwijaya," Suryo menandaskan.

2 dari 3 halaman

Jumlah Penumpang dan Kru

Berdasarkan data yang dikumpulkan Liputan6.com, pesawat tersebut membawa 50 orang penumpang. Mereka terdiri dari 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi.

Selain itu, kru yang bertugas di pesawat tersebut berjumlah 12 orang, yang terdiri dari kapten pilot, kopilot dan empat orang pramugari serta pramugara (flight attendant). Sementara enam kru lain tak bertugas.

Bertindak selaku Kapten Pilot pesawat SJY 182 tersebut adalah Afwan dengan Kopilot (first officer) Diego Mamahin. Kemudian, ada pramugara Dhika dan Oky Bisma serta pramugari Mia Trestiyanti dan Gita Lestari.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓