Melihat Arus Balik Natal dan Tahun Baru, dari Transportasi Umum hingga Jalan Tol

Oleh Liputan6.comDevira Prastiwi pada 03 Jan 2021, 20:07 WIB
Diperbarui 03 Jan 2021, 20:07 WIB
THUMBNAIL ARUS BALIK
Perbesar
THUMBNAIL ARUS BALIK

Liputan6.com, Jakarta - Arus balik libur Natal dan tahun baru mulai terlihat, baik di jalan maupun transportasi umum seperti kereta api.

Salah satunya seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung yang mencatat, arus balik libur Tahun Baru 2021 pada Minggu (3/1/2021), sebanyak 2.500 penumpang. Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan libur akhir tahun lalu.

"Kami prediksi sebagai puncak arus balik libur tahun baru terjadi besok. Tercatat ada 2.500 pengguna jasa kereta dan kemungkinan ada penambahan lagi," ujar Humas PT KAI Daop 2 Bandung Koeswardoyo.

Senada, PT KAI Daop 1 Jakarta memprediksi, puncak arus balik libur Natal dan tahun baru terjadi pada Minggu dan Senin (3-4 Januari 2021).

"Tercatat, pada Minggu 3 Januari sekitar 16 ribu pengguna akan tiba di area Daop 1 Jakarta, sementara pada Senin 4 Januari sekitar 15 ribu lebih penumpang," ujar Kahumas PT KAI Daop 1 Eva Khairunisa, Minggu (3/1/2021).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, puncak arus balik masa libur Tahun Baru 2021 diprediksikan akan terjadi pada malam ini, Minggu (3/1/2021).

Berikut pergerakan arus balik usai libur Natal dan tahun baru dihimpun Liputan6.com:

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 8 halaman

Diprediksi Arus Balik ke Jakarta Ramai Mulai Malam Ini

Arus Balik di Gerbang Tol Cikampek Masih Lengang
Perbesar
Sejumlah kendaraan roda empat melewati Gerbang Tol Cikampek, Jawa Barat, Kamis (29/6). Pada H+4 Lebaran terlihat volume arus balik pemudik tak mengalami peningkatan hingga siang ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, hingga Minggu (3/1/2021) pukul 09.30 WIB , belum terlihat tanda-tanda terjadinya puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Lalu lintas kendaraan arus balik yang menuju ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya masih terpantau lancar.

"Belum (terlihat). Kemungkinan nanti malam," ujar dia saat dikonfirmasi, Minggu (3/1/2020).

Dia menyebut, sejauh ini tak ada titik rawan kecelakaan di sepanjang jalan tol. Meski demikian, dia meminta kepada para pemudik yang menggunakan jalan tol untuk tetap berhati-hati.

"Enggak ada (titik rawan kecelakaan). Semua yang lewat tol kita siapkan pengamanannya," kata dia.

Sambodo mengatakan, pada sore dan malam hari nanti bakal ada beberapa titik rawan macet akibat arus balik. Sambodo pun meminta para pengguna jalan tetap berhati-hati.

"Titik rawan (macet) di keluar masuk rest area, di gerbang tol, di Simpang Susun Cikunir," jelas Sambodo.

 

3 dari 8 halaman

Tol Mulai Ramai

Suasana Arus Balik Lebaran di Gerbang Tol Kalikangkun Semarang
Perbesar
Sejumlah mobil memasuki gerbang tol Kalikangkung, Semarang, Minggu (9/6/2019). Arus balik satu jalur diberlakukan dari tol jatingaleh untuk mengurangi penumpukan, arus balik yang terjadi puncaknya sabtu malam di tol Kalikangkung. (Liputan6.com/Gholib)

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi mengatakan bahwa puncak arus balik masa libur Tahun Baru 2021 diprediksikan akan terjadi pada Minggu malam 3 Januari 2021.

Ia menjelaskan, pada Periode Mudik II sejak Selasa, 29 Desember 2020 hingga Jumat, 1 Januari 2021 terjadi pergerakan mudik keluar Jabodetabek sebanyak 523.520 kendaraan yang didata dari Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi. Sedangkan, total kendaraan yang belum kembali sebanyak 417.462 mobil.

"Hingga hari ini, Minggu (3/1) pagi, lonjakan lalu lintas sudah naik namun belum signifikan. Dapat diprediksikan puncak arus balik akan terjadi di malam hari hingga menjelang pagi hari, tapi pastinya tidak akan sepadat seperti hari libur biasanya," kata Dirjen Budi di Posko Nataru Cikopo, Minggu (3/1/2021).

Oleh karena itu, ia juga mengimbau masyarakat agar mengatur waktu kepulangannya agar tidak terkena kemacetan di jalan dan sedapat mungkin menghindari perjalanan pulang pada puncak arus balik.

Lanjutnya berdasarkan data yang tersedia dapat terlihat bahwa kondisi lalu lintas sangat kondusif dan tidak seramai liburan sebelumnya.

Hal ini menunjukkan banyak masyarakat yang mengikuti imbauan Pemerintah dan Satgas covid-19 untuk tidak berpergian, terutama apabila tidak ada urgensi yang tinggi.

"Saya tadi sempat melakukan overview menggunakan helikopter untuk memantau lalu lintas di daerah Puncak, Jawa Barat dan sekitarnya, hasilnya terpantau lancar, saya kira hal ini disebabkan masyarakat mulai sadar kalau ini bukan waktu yang baik untuk berpergian," ujarnya.

 

4 dari 8 halaman

Kereta Api di Daop 2 Bandung Capai 2.500 Penumpang

FOTO: PT KAI Tambah Perjalanan Kereta Api Jarak jauh
Perbesar
Penambahan Perjalanan KA Jarak jauh: Kereta jarak jauh tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (10/7/2020). PT KAI telah mengoperasikan lima perjalanan kereta jarak jauh untuk tujuan Bandung, Cirebon, dan Surabaya mulai Jumat 10 Juli 2020. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung mencatat, arus balik libur tahun baru 2021 pada Minggu (3/1/2021) sebanyak 2.500 penumpang. Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan libur akhir tahun lalu.

"Kami prediksi sebagai puncak arus balik libur tahun baru terjadi besok. Tercatat ada 2.500 pengguna jasa kereta dan kemungkinan ada penambahan lagi," ujar Humas PT KAI Daop 2 Bandung Koeswardoyo, Sabtu, 2 Januari 2021.

"Kalau dibandingkan dengan masa libur Natal dan Tahun Baru lalu sebelum pandemi, sekarang itu hanya mungkin 20 persennya saja," katanya.

Menurut Koeswardoyo, arus libur akhir tahun sendiri terbagi menjadi dua. Pertama, angkutan Natal yang puncak arus mudiknya terjadi pada 23 Desember lalu.

"Kami telah memberangkatkan 2.020 pengguna jasa dari Daop 2 Bandung untuk perjalanan jarak jauh untuk masa angkutan Natal. Sedangkan, arus baliknya tanggal 27 kemarin," kata dia.

Koeswardoyo menjelaskan, Daop 2 Bandung juga memberlakukan pemeriksaan rapid test antigen untuk penumpang. Sejak 22 Desember sampai 8 Januari nanti tercatat kurang lebih 10.200 pengguna jasa kereta jarak jauh mengikuti rapid test antigen.

"Sejauh ini aman lancar dan semua peralatannya bisa kami penuhi," ucapnya.

Daop 2 Bandung juga mencatat dalam sehari rata-rata ada 50-60 pembatalan atau penundaan keberangkatan dari calon penumpang. Namun, pembatalan itu tak serta karena hasil rapid test antigen yang positif.

"Ada juga yang menjadwalkan ulang keberangkatan. Kebanyakan yang menunda itu karena kebingungan di stasiun tujuannya tidak ada layanan rapid antigen, jadi akan sulit juga kalau nanti pulang ke sini," tegas dia.

Koeswardoyo mengatakan, arus balik di Stasiun Bandung yang datang dari luar daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah mulai terlihat hari ini. Daop 2 Bandung mencatat ada 2.100 pengguna jasa kereta.

 

5 dari 8 halaman

16 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Stasiun Daop 1 Jakarta

Arus Balik Libur Natal dan Tahun Baru di Stasiun Senen
Perbesar
Penumpang kereta api Dharmawangsa Surabaya Pasarturi–Pasar Senen tiba di stasiun Senen, Jakarta, Minggu (3/01/2021). PT KAI Daop 1 memprediksi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2021 terjadi pada 3-4 Januari 2020. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Senada, Kepala Daerah Operasi 1 Jakarta Eko Purwanto mengatakan, ada 16 ribu penumpang kereta api jarak jauh yang tiba di stasiun area Daop 1 Jakarta pada puncak arus balik libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 pada Minggu (3/1/2021).

"Hari ini (3/1/2021) dan Senin, 4 Januari 2021 menjadi puncak arus balik di wilayah Daop 1 Jakarta. Tercatat, pada Minggu 3 Januari 2020 sekitar 16 ribu pengguna jasa tiba di area Daop 1 Jakarta," kata Eko dalam siaran persnya, Minggu.

Menurut dia, sekitar 15 ribu lebih penumpang KA Jarak Jauh akan tiba di area Daop 1 Jakarta baik di Pasar Senen, Gambir, Stasiun Karawang, Cikampek, Bekasi, dan Jatinegara pada Senin 4 Januar 2021. Diketahui, mereka berasal dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Dari angka tersebut, pada puncak arus balik hari ini terdapat 39 KA yang tiba di Daop 1 Jakarta, di antaranya 22 KA tiba di Stasiun Pasarsenen dan 17 KA di Stasiun Gambir. Sedangkan pada hari Senin, 4 Januaei 2021 terdapat 37 KA, di antaranya 21 KA tiba di Stasiun Pasar Senen dan 16 KA di Stasiun Gambir," jelas dia.

Eko memastikan, seluruh penumpang yang berangkat dan datang ke area Daop 1 Jakarta dalam kondisi sehat. Hal ini diyakini Eko berdasarkan berkas rapid antigen dengan hasil negatif yang wajib dimiliki penumpang saat akan berangkat dari dan menuju area Daop 1 Jakarta dengan masa berlaku 3 (tiga) hari.

"Kami juga memeriksaan suhu tubuh sebelum berangkat dan di sepanjang perjalanan KA secara berkala sampai tiba di stasiun akhir untuk memastikan seluruh penumpang memiliki suhu tubuh normal. Hal ini merupakan SOP wajib dilakukan," ungkap Eko.

Sementara itu, hingga Minggu 3 Januari 2021, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta secara total telah memberangkatkan 125.131 penumpang Kereta Api (KA) dari Stasiun Gambir, Pasar Senen, dan Jakarta Kota.

 

6 dari 8 halaman

Ribuan Kendaraan Diprediksi Lintasi Gerbang Tol Tebing Tinggi

Gerbang Tol Tebing Tinggi, Sumatera. (Dok Kementerian PUPR)
Perbesar
Gerbang Tol Tebing Tinggi, Sumatera. (Dok Kementerian PUPR)

Tak hanya di wilayah Pulau Jawa saja, puncak arus balik juga terlihat di Sumatera Utara. Kendaraan yang masuk ke Gerbang Tol Tebing Tinggi ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) akan terjadi lonjakan yang cukup siginifikan, mencapai 17.500 kendaraan.

Ketua Satgas Jasa Marga Siaga Wilayah-3 Operasional Nataru 2020, M Tsani Yusron Pribadi mengatakan, jumlah tersebut meningkat 82,29 persen dari lalu lintas harian normal, yaitu sebanyak 9.600 kendaraan.

Sedangkan Gerbang Tol Amplas ruas tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera), gerbang tol yang menjadi akses keluar masuk kendaraan dari dan menuju Medan sekitarnya, akan terjadi lonjakan kendaraan sebanyak 22.200 kendaraan.

"Atau meningkat sebesar 29,82 persen di banding lalu lintas harian normal sebanyak 17.100 kendaraan," kata Tsani, dalam keterangan resmi diperoleh Liputan6.com.

Begitu pula volume lalu lintas yang melintasi dari ruas tol Belmera atau MKTT menuju ke ruas tol Medan-Binjai, diperkirakan juga akan mengalami peningkatan sebesar 20 persen dari 5.125 kendaraan menjadi 6.150 kendaraan.

Untuk mengantisipasi adanya lonjakan arus balik liburan Natal dan Tahun Baru, Tsani menjelaskan persiapan-persiapan sudah dilaksanakan antara lain penambahan petugas operasional di gerbang dan memaksimalkan operasional gardu di seluruh gerbang.

"Termasuk siaga 24 jam petugas operasional untuk antisipasi arus balik," ujarnya.

Kemudian penggunaan Mobile Reader atau alat jemput transaksi jika terjadi antrean panjang, dan menempatan petugas di lokasi rawan kepadatan.

Lalu mengoptimalkan papan informasi lalu lintas digital atau VMS untuk informasi situasi lalu lintas secara real time, termasuk 1 unit VMS mobile yang ditempatkan di armada customer service mobile.

Dilakukan juga kerja sama dengan patroli PJR dan juga Ditlantas Polres disekitar jalan tol untuk kesiapan rekayasa lalu lintas bila terjadi kepadatan yang berdampak pengalihan arus lalu lintas.

"Kami menghimbau kepada pengguna jalan untuk menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi pada hari ini, yang peak hour terjadi antara pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB, dan pastikan saldo e-toll cukup agar tidak mengakibatkan antrean di gerbang keluar," harap Tsani.

Pengguna jalan diimbau selalu mematuhi arahan petugas di lapangan, baik di gerbang tol, di rest area ataupun di jalur. Khusus kepada pengunjung rest area di Km 65 A dan B yang akan beristirahat selalu patuhi protokol kesehatan.

"Jika membutuhkan bantuan silahkan menghubungi call center di 14080, petugas kami siap membantu 24 jam sehari dan 7 hari seminggu," Tsani menandaskan.

 

(Fifiyanti Abdurahman)

7 dari 8 halaman

Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)
8 dari 8 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓