BMKG: 19 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat pada Awal Tahun Baru 2021

Oleh Liputan6.com pada 31 Des 2020, 18:18 WIB
Diperbarui 31 Des 2020, 18:18 WIB
20160907-Curah-Hujan-Jakarta-JT
Perbesar
Foto Lanscape Jakarta yang di kelilingi awan gelap sebelum turunya hujan, Rabu (7/9). BMKG memprediksi fenomena La Nina yang mengakibatkan curah hujan tinggi akan berlangsung hingga bulan September 2016. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait prakiraan cuaca di 19 provinsi yang berpotensi hujan lebat pada awal 2021. Pada Jumat-Sabtu, 1-2 Januari 19 provinsi itu akan diguyur hujan lebat.

19 provinsi yang dimaksud BMKG tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali.

Kemudian Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua, seperti dikutip dalam laman BMKG.

"Khusus wilayah DKI Jakarta, BMKG juga merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan adanya potensi hujan lebat pada malam pergantian tahun baru 2021, yakni pada hari Kamis ini," Kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengutip BMKG, Jakarta, Kamis (31/12/2020).

Raditya menyampaikan, potensi cuaca yang sama juga dapat meluas ke wilayah kota penyangga Ibu Kota seperti Tangerang, Tangerang Selatan dan Bekasi.

 

 

2 dari 3 halaman

Imbauan

"Melihat adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah tersebut, BNPB memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada dalam menghadapi potensi cuaca yang dapat memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor," kata Raditya.

Selain itu, dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 di Tanah Air, Raditya mengajak seluruh komponen agar tetap berada di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar serta selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

BNPB juga meminta kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah agar mengambil upaya yang dianggap perlu untuk pengurangan risiko bencana alam maupun non alam pada pergantian tahun baru 2021.

"Sebagaimana arahan Kepala BNPB Doni Manardo dalam Webinar Kaleidoskop Kebencanaan 2020 lalu, jika Pemerintah Pusat bersama Pemda, dan masyarakat ikut mendukung peningkatan kepatuhan protokol kesehatan, maka kita bisa menurunkan jumlah kasus aktif dengan signifikan," tutupnya.

 

Reporter: Rifa Yusya Adilah

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓