Pasien RS Darurat Wisma Atlet Jadi Tersangka dalam Kasus Pornografi Sesama Jenis

Oleh Yopi Makdori pada 30 Des 2020, 15:17 WIB
Diperbarui 30 Des 2020, 16:16 WIB
FOTO: Kesibukan Tim Medis Bawa Pasien COVID-19 ke Wisma Atlet
Perbesar
Petugas jaga mengecek data pasien COVID-19 yang dibawa petugas medis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pemerintah menyiapkan 2.700 tempat tidur di RSD Wisma Atlet untuk merawat pasien COVID-19 dengan kondisi sedang dan ringan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan pasien Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran menjadi tersangka dalam kasus pornografi sesama jenis yang dilakukan dengan perawat rumah sakit tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Buhanuddin mengatakan, pasien bakal dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

"Pasiennya yang terjadi Tersangka," kata Buhanuddin kepada wartawan, Rabu (30/12/2020).

Buhanuddin membeber penetapan itu lantaran tersangka menyebarkan konten bermuatan pornografi sesama jenis di grup percakapan daring. Sementara motifnya, kata dia ialah menyebarkan melalui transmisi elektronik.

"Mereka kan ada grup. Iya (grup sesama jenis). Iya (motitfnya menyebarkan ke teman-temannya sesama jenis)," ujar Buhanuddin.

 

2 dari 3 halaman

Perawat Belum Ditetapkan Tersangka

Untuk sementara, perawat yang juga terlibat dalam konten pornografi tersebut belum dinaikkan statusnya.

"Perawat belum kita jadikan tersangka," ujarnya.

"Sementara dari hasil gelar kita, yang memenuhi unsur sebagai tersangk adalah pasien karena dia yang menyebarkan," sambung dia.

Selanjutnya polisi bakal memanggil tersangka usai dia selesai menjalani isolasi.

"Iya belum diperiksa. Nanti setelah dia sembuh baru kita periksa," kata Buhanuddin.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓