Pemudik Langgar Protokoler Kesehatan Bakal di Tes Swab Antigen

Oleh Liputan6.com pada 28 Des 2020, 19:22 WIB
Diperbarui 28 Des 2020, 19:22 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Istiono saat meninjau Rest area KM 575, Ngawi, Jawa Timur, Senin (28/12/2020). (Istimewa)
Perbesar
Kakorlantas Polri Irjen Istiono saat meninjau Rest area KM 575, Ngawi, Jawa Timur, Senin (28/12/2020). (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - - Kepala Korps Lalu Linta (Korlantas) Polri Irjen Pol Istiono menyatakan jajarannya akan mengarahkan para pemudik libur tahun baru 2021 untuk dilakukan tes swab antigen secara acak (random).

Para pemudik yang akan diarahkan yakni mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Hal itu disampaikan Kakorlantas saat meninjau Rest area KM 575, Ngawi, Jawa Timur, Senin (28/12/2020) didampingi Dirlantas Polda Jatim dan jajaran.

Untuk hari ini saja, kata Istiono, sudah 100 orang yang melintas tol tersebut mengikuti Swab antigen secara random ini.

"Random check ini ada 100 orang yang dilakukan pemeriksaan. Ini rutin dilakukan sampai nanti tanggal 4 arus balik nanti,” kata Istiono.

Istiono mengatakan, swab antigen random check ini dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. Istiono menyebut akan mengarahkan para pemudik yang diketahui melanggar protokol kesehatan untuk dilakukan Swab antigen.

“Kira-kira Swab antigen itu diperuntukkanan bagi masyarakat yang kondisi kesehatannya kurang sehat silahkan mengecek kesehatannya. Bila petugas menemukan ada rombongan mobil yang tidak patuh protokol kesehatan kita arahkan kesini untuk random check sehingga mengetahui kira-kira positif atau negatif. Disini dikakukan Swab antigen gratis,” ujar dia.

 

2 dari 3 halaman

Prediksi Puncak Arus Mudik

FOTO: Terjaring Razia Masker, Pengendara di Jakarta Langsung Jalani Rapid Test
Perbesar
Petugas medis mendata pengendara yang terjaring razia masker di Jalan Panjang, Kedoya, Jakarta Barat, Senin (2812/2020). Pengendara yang tidak mengenakan masker langsung menjalani rapid test antigen gratis untuk mencegah penularan COVID-19. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Terkait arus mudik tahun baru 2021, Istiono memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 30 dan 31 Desember 2020.

Oleh karena itu, berbagai persiapan pengamanan lalu lintas sudah disiapkan termasuk untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"30-31 Desember nanti sebagai puncak arus mudik tahun baru. Namun demikian, semua kegiatan keramaian tahun baru tidak diizinkan untuk menekan penyebaran COVID-19.,” Istiono menandaskan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓