DKI Siagakan 1.680 Personel Pastikan Kebersihan Perayaan Natal

Oleh Delvira Hutabarat pada 24 Des 2020, 10:55 WIB
Diperbarui 24 Des 2020, 10:55 WIB
20161202-sampah-jakarta-demo 212
Perbesar
Pasukan orange segera beraksi usai demo 212. (Liputan6.com/Hanz Salim)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjamin tidak terjadi penumpukan sampah selama perayaan Natal di Ibu Kota. 1.680 petugas diturunkan untuk menjaga kebersihan Jakarta saat malam Natal.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan, kesiapan penanganan kebersihan selama Natal tetap diskenariokan seperti saat normal.

Dinas Lingkungan Hidup juga telah mempersiapkan rencana operasi, satuan tugas, peralatan, dan armada penanganan sampah.

"Seluruh Suku Dinas tingkat Kota Administrasi dan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup di tiap Kecamatan telah diinstruksikan untuk mengantisipasi kebersihan lingkungan gereja di wilayah tugasnya masing-masing," kata Syaripudin dalam keterangannya, Kamis (24/12/2020).

Dia menyebut pihaknya menurunkan minimal 40 personel penanganan kebersihan di setiap kecamatan.

"Mereka ditugaskan memastikan natal dan rangkaian perayaannya berlangsung dengan baik di setiap gereja," ucap Syaripudin.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan kendaraan angkut sampah, road sweeper atau mobil penyapu jalan otomatis, toilet mobile, tempat sampah beroda, dan menyiagakan TPST Bantargebang beroperasi 24 jam untuk melakukan pelayanan di malam Natal.

"DLH juga mengerahkan regu comot di lingkungan gereja bekerja sama dengan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan terkait," ujar Syaripudin.

 

2 dari 3 halaman

Ke Gereja

Untuk gereja-gereja besar yang jemaatnya ramai, petugas dan armada penanganan kebersihan ditugaskan lebih optimal. Misalnya di Gereja Katedral dan Emanuel Jakarta Pusat, Gereja Ayam di Jakarta Barat, Gereja Advent dan HKBP Pasar Minggu Jakarta Selatan, Gereja Theresia Jakarta Timur, dan Gereja Tiberias Indonesia Kelapa Gading Jakarta Utara.

"Walaupun gereja-gereja diimbau oleh Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) menggelar ibadah secara virtual atau tetap mengadakan dengan protokol kesehatan ketat, seperti membatasi jumlah jemaat. Namun, skenario kami tetap pelayanan optimal, tentu petugas menggunakan APD yang memadai," kata Syaripudin. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓