Kontak Erat dengan Jenazah Pasien Covid-19, Satu Orang Reaktif di Cilandak

Oleh Yopi Makdori pada 21 Des 2020, 23:28 WIB
Diperbarui 21 Des 2020, 23:28 WIB
covid
Perbesar
Tim Pemburu Covid-19 Polda Metro Jaya melakukan tracing di kediamana Royke Caawoan (65) yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2020). (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Pemburu Covid-19 Polda Metro Jaya melakukan tracing terhadap sejumlah orang yang sempat kontak erat dengan penderita Covid-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumahnya di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2020).

Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Mokhammad Ngajib mengatakan, Tim Pemburu Covid-19 melakukan tracing setelah menerima informasi dari masyarakat tentang adanya kegiatan pasca-pemulasaraan jenazah korban Covid-19.

"Ada kontak erat beberapa orang dengan jenazah, di antaranya keluarga dan tetangganya," kata Mokhammad Ngajib di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/12/2020).

Dari hasil penelusuran, menurut dia, Tim Pemburu Covid-19 yang bertugas melakukan 3T (Tracing, Testing, Treatment) dan pembubaran kerumunan mendapatkan 13 orang yang melakukan kontak erat dengan jenazah tersebut. Selanjutnya, mereka menjalani rapid test. Hasilnya, 12 orang dinyatakan non-reaktif dan satu orang reaktif.

"Kami menyarankan satu orang yang reaktif untuk menjalani isolasi mandiri dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk dilakukan tes Swab PCR," ujar Mokhammad Ngajib.

Seperti diketahui, Minggu kemarin (20/12/2020), Royke Caawoan (65) meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumahnya Jalan Haji Ipin, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Sebelum menjalani isolasi mandiri, Royke Caawoan sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa pekan.

Timsus Pemulasaran Polda Metro Jaya bersama petugas Puskesmas Kecamatan Cilandak melakukan pemulasaraan jenazah Royke Caawoan. Meski sempat ada penolakan dari pihak keluarga, Timsus tetap menerapkan prosedur Covid-19 dalam pemakaman jenazah Royke Caawoan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

"Setelah kami memberi penjelasan, akhirnya pihak keluarga mengizinkan jenazah almarhum dimakamkan dengan prosedur Covid-19," tutur Ngajib.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tinggal Sendirian

Menurut warga sekitar, Royke Caawoan memang tinggal sendirian selama menjalani isolasi mandiri di kediamannya. Keluarganya hanya sesekali datang untuk mengantarkan makanan.

"Almarhum Royke sempat tiga minggu dirawat di rumah sakit. Ada latar belakang penyakit. Kata pihak rumah sakit, Royke sudah baikan, tinggal menjalani isolasi mandiri," kata Ketua RT 11/RW 11, Kelurahan Cilandak, Wawan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya