Ditjen EBTKE Gelar Bimbingan Teknis Bagi Pengelola PLTS Hybrid

Oleh Reza pada 16 Des 2020, 12:50 WIB
Diperbarui 16 Des 2020, 12:50 WIB
ESDM
Perbesar
Guna memberikan pengetahuan teknis dan tata cara pengelolaan yang baik pada PLTS Hybrid.

Liputan6.com, Jakarta Guna memberikan pengetahuan teknis dan tata cara pengelolaan yang baik pada PLTS Hybrid, yang dibangun dengan APBN Kementerian ESDM dan akan diserahterimakan kepada Pemerintah Daerah, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi para pengelola PLTS Hybrid terutama yang telah direvitalisasi di tahun 2020.

“Kegiatan bimbingan teknis ini merupakan salah satu upaya tindak lanjut dari Permen ESDM Nomor 39 Tahun 2017 tentang pelaksanaan kegiatan fisik pemanfaatan EBTKE yang mengamanatkan bahwa pengelola hasil kegiatan fisik menjamin pengalokasian dana pengoperasian dan pemeliharaan serta melaporkan pengolahan atas hasil kegiatan fisik pemanfaatan EBTKE,” tutur Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Harris saat membuka gelaran Bimbingan Teknis Pengelola PLTS Hybrid tersebut hari ini (14/12).

Sejak tahun 2011 hingga 2016, Direktorat Jenderal EBTKE telah membangun lebih dari 600 infrastruktur penyediaan energi listrik berbasis EBT yang selanjutnya telah atau akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Menurut Harris, Kementerian ESDM bersama dengan Pemerintah Daerah perlu melakukan upaya untuk menjaga hasil kebermanfaatan pembangunan pembangkit aneka EBT.

Kegiatan bimtek ini dilaksanakan secara virtual dan tatap muka langsung dengan penerapan protokol kesehatan. Materi bimtek terdiri dari aspek teknis dan non teknis. Tujuannya adalah untuk memberikan bekal pengetahuan dan tata cara pengelolaan yang baik atas hasil kegiatan fisik infrastruktur berbasis aneka EBT, khususnya yang dibangun dengan APBN tahun 2011-2016, kepada para pengelola pembangkit aneka EBT terutama untuk pengelola PLTS Hybrid. Sasaran akhir dari kegiatan ini adalah terwujudnya pengolahan insfrastruktur penyediaan EBT yang berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat pengguna.

“Selain sebagai upaya pembekalan pada pengelola kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana sharing pengetahuan, pengalaman dan identifikasi masalah dan solusi dari stakeholder terkait pengelolaan PLTS Hybrid yang berkelanjutan,” pungkas Harris.

 

(*)