Tak Punya Uang, Pengungsi Afganistan Tewas Gantung Diri di Bogor

Oleh Achmad Sudarno pada 07 Des 2020, 01:29 WIB
Diperbarui 07 Des 2020, 01:29 WIB
banner grafis ilustrasi bunuh diri
Perbesar
banner grafis ilustrasi bunuh diri

Liputan6.com, Jakarta - Seorang warga negara asing (WNA) asal Afghanistan ditemukan tewas dalam kondisi terganrtung di kosannya di Kampung Muara Satu, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Minggu (6/12/2030).

Pemuda berinisial MA (24) ini diketahui berstatus imigran dan sudah lama tinggal di Kota Bogor.

Paur Sub Bag Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar mengatakan, korban pertama kali diketahui tergantung di ruang tengah oleh rekannya bernama Mujtaba Qalandari sekitar pukul 12.30 WIB.

Kala itu, saksi bermaksud berkunjung ke kosan korban, namun pintu dalam kondisi terkunci dari dalam. Saksi berulangkali memanggil korban, namun MA tak memberikan jawaban.

"Karena curiga, saksi mengintip lewat kaca jendela dan melihat korban tergantung di ruang tengah," ujar Rachmat.

Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada ketua RT setempat. Setelah tiba di lokasi, mereka mendobrak pintu kosan.

"Saat dicek posisi korban tergantung dengan seutas tali, sudah meninggal. Mereka langsung lapor polisi," ujar Rachmat.

Dari hasil olah TKP, pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Di lokasi kejadian, polisi hanya menemukan seutas tali yang menjerat leher korban.

Polisi menduga korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sebab, berdasarkan keterangan teman korban, beberapa hari terakhir ini MA sering mengeluh terkait masalah dengan keluarganya di Afganistan.

"Korban beberapa kali meminta uang ke keluarganya namun tidak dikirim-kirim dari sana. Mungkin butuh uang untuk biaya hidup di sini," ungkapnya.

Setelah dilakukan penyelidikan diketahui korban adalah seorang pengungsi yang terdata di lembaga PBB yang mengurusi pengungsi. Namun dia memilih tinggal mandiri di kosan.

"Korban pengungsi UNHCR asal Afganistan," kata Rachmat.

2 dari 3 halaman

Bunuh Diri Bukan Solusi

Kontak Bantuan

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓