MPR Minta Pemerintah Antisipasi Kerumunan saat Pilkada dan Libur Natal

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 06 Des 2020, 03:22 WIB
Diperbarui 06 Des 2020, 03:22 WIB
Pembagian Tugas Sudah Diputuskan, Lestari Moerdijat: Pimpinan MPR Siap Jalankan Amanah Rakyat
Perbesar
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah mengantisipasi terjadinya kerumunan massa saat Pilkada Serentak 2020 dan rangkaian liburan akhir tahun yang berpotensi menciptakan kerumunan. Sehingga terjadi penularan COVID-19.

"Karena pada Desember 2020 merupakan bulan yang rawan terjadi kerumunan massa. Selain Pilkada Serentak pada Rabu (9/12/2020), rangkaian liburan akhir tahun ini juga sangat berpotensi menciptakan kerumunan," kata Lestari Moerdijat atau Rerie di Jakarta, Sabtu (5/12/2020).

Dia mengatakan, menghadapi kondisi tersebut memerlukan sejumlah perbaikan pengendalian agar para pemangku kepentingan dapat mengantisipasi ancaman ledakan penyebaran COVID-19 di Tanah Air.

Rerie berharap pemerintah berkolaborasi dengan berbagai pihak dan masyarakat mampu menghadirkan strategi yang tepat dalam mengendalikan penyebaran COVID-19 yang hingga kini belum terlihat melandai grafik penularannya.

Dia menilai ledakan kasus positif COVID-19 yang berulang kali terjadi di Tanah Air seharusnya menjadi bahan evaluasi sejumlah langkah pengendalian yang dijalankan saat ini.

"Tidak perlu saling menyalahkan, apalagi mencari-cari kesalahan pihak lain, karena penambahan kasus baru itu merupakan kesalahan bersama. Harus diakui kita belum mampu membuat masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, upaya evaluasi sejumlah langkah pengendalian COVID-19 di sejumlah daerah merupakan tindakan yang dibutuhkan saat ini.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ledakan Kasus Positif COVID-19

Dia mengutip data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat pada Minggu (29/11/2020) terjadi rekor penambahan kasus 6.267 dalam satu hari, pada Kamis (4/12/2020) menjadi 8.369 kasus dalam sehari.

Rerie menilai pertambahan kasus positif COVID-19 terus berulang, hal itu sangat membutuhkan perbaikan strategi dalam mengendalikan penyebaran COVID-19.

"Penambahan kasus baru COVID-19 dalam jumlah besar itu merupakan teguran keras bagi kita semua," katanya.

Dia meminta Pemerintah pusat dan daerah harus benar-benar berkolaborasi untuk menekan penyebaran COVID-19 agar tidak terjadi penularan lebih luas lagi.

Menurut dia, tren penambahan kasus baru yang terus meningkat, harus dihadapi bersama dengan membangun kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat, bahwa COVID-19 masih menjadi ancaman yang serius.

"Hentikan kegaduhan politik agar semua pihak, terutama pemerintah bisa fokus mengambil langkah-langkah penanggulangan pandemi COVID-19," katanya.

Politisi Partai NasDem itu berharap peran aktif dan keteladanan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh politik dalam menyadarkan masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓